cookieChoices = {}; Nunil

Laman

23 Mei, 2018

Nguping Jakarta Comeback!

Jadi… dari awal esempe tu kerjaan aku blogwalking terus. bacain evita nuh, nadyasmeen, diana rikasari, abdurahman faiz si penulis KKPK jaman dulu, dan banyak banget blogger lain (apalagi pas multiply masih ada dan jadi blog) termasuk inas yang sekarang suda punya buntut dan tinggal di Madinah (dan belum pernah kopdar padahal jaman dulu lokasi kami ngga sejauh sekarang….). 
selain blog-blog cerita sehari-hari, aku sangat suka sama Nguping Jakarta. celetukan orang-orang yang lucu dan nggak fokus, dan mereka berdomisili di Jakarta, jadi celetukan yang terdengar ya sekitaran situ. 
karena based in real life dan emang kadang aku juga suka ga sengaja denger celetukan aneh, jadi suka banget aja sama blog itu.
dan…. bertahun-tahun aku refresh blog mereka, berharap ada yang baru, tapi nihil. Kosong. Hampa….
dan kemarin… the blog is updated! Gila. nostalgia banget sih mantengin blog mereka, sekaligus….. salah satu sumber senyum gajelas tiap browsing.

makasih untuk admin nguping Jakarta yang ditengah-tengah kesibukannya masih mau update nguping celetukan celetukan yang menarik sehari-hari. 
http://ngupingjakarta.com  nii buat yang penasaran sama blognya. mungkin bisa dibaca sambil nunggu buka puasa kan~ apalagi buat yang belum pernah baca.. lumayan tuh dari 2008… meskipun dia hiatus 5 tahun….


uda gitu sekali update setelah hiatus langsung 18 postingan celetukan. gemesin. menyenangkaaan. Terima kasih sudah update lagi, Nguping Jakarta!

03 Mei, 2018

Purnama di Tepi Pantai

Beberapa waktu lalu, bulan purnama lagi indah-indahnya.
Lalu... terdengar lagu ini
Yo pro konco dolanan ning jobo
Padang bulan, padange koyo rino
Rembulane sing ngawe-awe
Ngelingake ojo podo turu sore

Malam selasa lalu, aku dan Mas Dheo diajak Mas Angga dan Mbak Ucig untuk ke pantai. Berhubung kami sudah sangat lama nggak ke pantai, terutama pantai di Gunung Kidul, tentu saja kami mau! Senang banget rasanya. Semangat! Belum tahu mau ke pantai apa waktu itu. Asalkan bisa berenang dan bermalam diselimuti bintang dan bulan purnama, cukup.

Sebenarnya Mas Ayuk dan Mbak Totoy juga rencananya mau ikut.  Berhubung mereka berhalangan, akhirnya kami berangkat berempat.
Akhirnya kami memilih Pantai Watu Kodok, setelah pantai Sepanjang kalau dari tempat retribusi hehehehe. Dekat sekali dengan pantai Kukup dan Sepanjang!

Awalnya kami gelar alas di pinggir pantai persis. Berhubung air laut sedang pasang tinggi, ombaknya hampir menyentuh tempat kami..... kami langsung kabur! hahahahaha. kaget sih. Akhirnya kami gelar alas di undakan yang masih nggak jauh dari tempat awal, tapi dijamin nggak bakal kena air pasangnya! hihihi

Pantainya agak ramai setelah beberapa lama kami di sana. Ya... besoknya tanggal merah sih. Libur. Wajar banget kalau pantainya jadi ramai banget! Kelompok di sebelah kami bahkan sampai barbekyu-an. Wuhuhuhuuuww seru juga yaa.

Semalaman kami sempat ngobrol-ngobrol, sempat makan mie, minum teh dan kopi, minum dingin juga, dan mengantuk. Hahahah! Entah kenapa, malam itu aku nyenyak banget tidurnya. Walau.... pantainya berisik dengan ombak.

ini hasil perjuanganku foto purnama yang kelihatan pantainya.
foto pakai handphone sih, jadinya agak jelek..

ini sudah agak pagi, jadi gampang fotonya

sunrise!

Bermain di bawah rembulan yang sudah hampir menghilang, kalah dengan matahari

bangun-bangun di pantai itu senang, ya ternyata..

kami basah-basahan!
Berhubung takut hapenya nyemplung, kami selfie sangat dikit!

Mas Dheo nemuin cangkang keong yang sudah rusak dan bisa jadi cincin.
Cantik banget.

sesudah mandi, pinjam kain Bali-nya Mbak Ucig bentar untuk narsis.
Mumpung anginnya kencang~




Terima kasih sudah mengajak kami bermain bersama, Mas dan Mbak! hihihihi
Meskipun ada beberapa kebodohan saya di hari itu, tapi kami jadi banyak belajar juga. :")

26 April, 2018

thoughts

terlalu banyak yang ingin diceritakan, bingung harus bagaimana.
ingin banyak bicara, entah dari mana.
ujung-ujungnya spamming dashboard.


aku sedang kenapa?
sepertinya memang harus hapus akun blog sebelah, kah? agar tidak menyampah dan mengganggu ketenangan... karena menahan untuk tidak bercerita pada siapa pun itu sulit..... atau... hanya aku yang tidak punya kemampuan menahan itu?