Laman

08 November, 2016

-

After all these things....























thank you for always being here.

23 Oktober, 2016

KKN~

Dulu banget sempet janji mau cerita tentang KKN. Emang sih udah telat banget, tapi nggak apa-apa ya.

Gue dapet tempat KKN di Bojonegoro. Awalnya tim gue pengen banget ke luar pulau yang jauh dari pantai. Kenapa? Ada beberapa yang alergi seafood! (termasuk gue haha). Kami memilih untuk KKN di desa Kalampangan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tapi.. karena satu dan lain hal, kami akhirnya KKN di kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur. Nggak jadi di luar pulau. Sedih banget sih, tapi nikmati saja, kan?

Kami menempati tiga desa yang berbeda. Jadi, dari satu kelompok besar kemudian dibagi jadi tiga kelompok kecil untuk tiga desa yang berbeda. Saya kebagian di desa Ngunut, dekat dengan sumber mata air yang cukup terkenal di daerah Bojonegoro, Sumberan. Airnya benar-benar mengalir dari dalam tanah di bawah pohon besar!

Sampai di Bojonegoro, kami nggak langsung ke desa masing-masing karena hari sudah sore. Kami menginap di pondokan di desa Dander. Pondokan terbesar di antara yang lainnya. Besoknya, kami pindahan untuk ke pondokan di desa masing-masing. Seru, sih. Melewati jalan yang panjang banget dengan kanan kirinya sawah. Kalau sore-sore, harus naik motor dengan kacamata atau helm tertutup! Beberapa kali kami bandel naik motor nggak pake kacamata atau nggak nutup kaca helm, mata kami kemasukan serangga. Pedih banget.

Program kami ya program yang biasa-biasa saja. Penyuluhan, mengisi materi di SD dan SMP, membangun perpustakaan, ikut lomba takbir, jalan sehat, ikut membantu mengajar di TPA, ikut pengajian ibu-ibu tiap malam minggu, senam tiap minggu pagi, dan ada bimbel juga setiap hari di pondokan. Seru sih. Ketemu banyak orang baru, adik-adik SD yang lucu, ibu-ibu pengajian yang ramah dan baik sekali, bapak-bapak kepala dusun yang baik juga. Kami beberapa kali dapat hasil kebun dan sawah dari bapak-ibu yang baik-baik.

Beruntungnya di desa Ngunut adalah kami mendapat ibu pondokan yang sangat luar biasa baik dengan masakan yang luar biasa enak, terutama sambal jeruk yang segar banget! Duh, nulis ini aja udah kangen makan di Bu Sih lagi..
Cucu dari ibu pondokan, Lian, pun ngegemesin banget. Sepupu dari cucunya juga sangat lucu. Namanya Cilo. Mereka paling suka nonton Reog dan punya properti sendiri untuk bermain Reog di rumah.

Senang banget juga gue, Satria, Dwi, dan Ayus berkesempatan buat main-main di sawah pagi-pagi. Awalnya kami hanya ingin jalan pagi, sudah ajak teman-teman yang lain tapi yang lain nggak mau, akhirnya jalan berempat. Eh, ditawarin nyoba nanam padi. Siapa yang bakal nolak? Ayus nggak ikutan sih karena dia bawa kamera.
Sempet juga cari-cari spot foto bagus pagi-pagi untuk refreshing. Hahaha. Foto-foto di saat jenuh emang refreshing banget sih~

Dua bulan yang kami kira akan terasa sangat lama menjadi terasa cukup menyenangkan. Salah paham dan banyak moodswing dan banyak pop mie tengah malam sudah biasa. Apa pun itu, tetap menyenangkan!
Sedih sih, berpisah. Apalagi sama Lian, cucunya ibu pondokan.
Tapi.... senang juga udah balik ke Jogja. Sayangnya di jogja tiap weekend nggak bisa berenang di sungai super jernih sih.. hahahaha...

Setelah KKN memang ada kumpul-kumpul lagi, sayangnya selalu bentrok dengan deadline dan janji yang udah lama dibuat. Duh :(
Semoga lain kali bisa ikut yah :")

Hari pertama kami main di dekat hutan jati

coba-coba nandur, meski hanya bisa 2 baris karena kami terlalu lama..

hasil foto-foto pagi-pagi. Katanya kayak iklan susu biar cepat tinggi. Hahaha
Terima kasih Ayus untuk fotonya ;)

bantu angkat batu untuk bikin jembatan. Gue tiga kali bolak balik, loh bareng Jundi! 

Ngintir gratisan di Sumberan.
Terima kasih banyak Pak Kasun udah boleh gratis :") Kami jadi nggak enak..


Full team dengan ibu kades dan petugas di balai desa, dan satu bapak kepala dusun.
ki-ka: Mas Aji, Mas Husni, Mas Rifqi, Jundi, Ayus, Nunil, Fitri, Ita, Wawan, Satria, Dwi
bawah: Pak..., Mbak Mega, Bu Kades, Pak Kasun Sumberwuluh


foto ala-ala buku tahunan SMA banget.
Sabar, Mas Aji. Kelompok kita ganjil, sih :(
ki-ka: Wawan, Nunil, Satria, Jundi, Aji, Husni, Ayus, Rifqi, Fitri
bawah: Ita, Dwi

Hampir full team tanpa Mas Aji, beliau lagi ngurus kepulangan kami dan lupa janjinya dengan kami :")
Lihat Lian gak? Ituu yang gue gendong~ Hahaha.. di sampingnya ada ibunya dan Neneknya Lian, Bu Sih.

19 Oktober, 2016

Happy Wedding Mas Dimas dan Mbak Iyut

Sepupu saya, Mas Dimas, menikah! Ini memang late post sih.. tapi.. saya ingin share di sini juga :)

Happy us~
Kinkun dan tantenya~

Antre

Se simpel kamu nunggu giliranmu dalam satu barisan. Cuma nunggu dan kemudian maju pelan-pelan sampai akhirnya giliranmu tiba. Sebenernya itu terlihat sederhana, tapi kenapa banyak banget yang nggak bisa antre, ya?


Pagi ini saya menyadari salah satu penyebabnya. 
Dari kecil, banyak orang yang nggak dibiasain untuk antre. 
Sebagai anak yang dibiasain antre dari kecil, tentu saya sangat nggak suka dengan anak kecil yang nyerobot giliran saya ketika itu nggak urgent banget. Seandainya urgent dan anak itu bilang dia bener-bener buru-buru, mungkin akan saya beri giliran saya. Itu lebih sopan jika dibandingkan dia hanya menyerobot giliran saya. Nggak cuma anak-anak. Bapak-bapak dan ibu-ibu dan mas dan mbaknya juga sama. Seandainya memang benar-benar terburu-buru, mbok takon oleh nyerobot po ora. Nek cen kesusu yo aku tulungi. 


Saat SMA, saya pernah bertengkar dengan bapak-bapak berseragam PNS di Bogor karena dia menyela antrean saya saat akan mengisi bensin. Posisi saya ketika itu saya sedang benar-benar terburu-buru tapi masih nggak mau asal nyela antrean. Orang sudah punya giliran masing-masing, kan. Jelas barisnya. Bapak-bapak itu seenaknya baru datang dan mengambil antrean di depan saya. Saya dibilang anak SMA yang nggak sopan karena mengingatkan bapak-bapak itu supaya jangan nyerobot. Ya, saya masih berseragam saat itu.
Di sini… apa saya yang pantas untuk disalahkan? Ya saya juga nggak mesti dibelain sih tapi saya ngerasa itu nggak adil. Saya buru-buru dan udah ngantre lama-lama. Ketika itu panjang lho antreannya.. ya seandainya dia lebih terburu-buru, kenapa nggak bilang? Nduwe cangkem kok yo ra dinggo, tho pak.. 


Ketika ada promosi di CGV blitz tiap senin beli 1 gratis 1, saya antre bener-bener lama dan panjang. Sampai kurang sekitar 10 orang lagi, tiba-tiba ada yang baru datang dan antre di depan saya. Saya tegur, dia malah balik emosi. Rasanya ingin tertawa, marah, sekaligus kasihan. Hal yang lebih menyebalkan dari dia adalah dia sama sekali tidak minta maaf dan malah menawarkan ke teman-temannya untuk nitip beli tiket ke dia. Gimana saya nggak sakit hati? Sudah antre hampir satu setengah jam lho…. 


Waktu SD, saya pernah kebelet banget saat antre di kamar mandi. Saya udah pengen bilang sama orang di depan saya buat mempersilakan saya duluan. Saat itu ibu saya bilang, “nggak usah gitu. Mereka pun ngerasain hal sama kayak kamu. Sabar aja antrenya. Masa’ tinggal 2 orang lagi nggak sabar? Kan sudah biasa tuh antre di bioskop” (waktu itu saya masih SD dan habis antre nonton film Harry Potter kedua, di mana sistem pembelian tiketnya masih dengan karcis biasa, tulis tangan, tanpa mesin, dan sistem antrean buka tutup. Hanya jual tiket yang mulai sejam sebelumnya dan kita nggak bisa beli tiket pagi-pagi untuk nonton malam hari.)


Dan pagi ini ada anak yang kira-kira seumuran saya ketika saya dinasehatin ibu saya jaman SD itu. Anak itu disuruh ibunya untuk nyela antrean saya tanpa bilang ke saya apakah dia bener-bener butuh cepat atau engga. Saya yang bener-bener butuh cepat jadi kesal banget. Saat saya di posisi anak itu, saya masih berusaha untuk tahan dan antre. Ya, mungkin saya terdengar egois, ya. Tapi beneran deh. Seandainya ingin menyela antrean di depan saya, tolong kasih tau saya atau tolong diskusi dulu. Permisi dulu. 
Dan dengan muka sinis, “dik, antre ya. Saya dari tadi antre. Walah masih kecil aja sudah diajari nyerobot. Kasihan kamu, dik” di depan ibunya. Saya nggak peduli saya terlihat sangat jahat di mata orang-orang yang ada di toilet itu juga pagi ini.

13 September, 2016

Blogging~

Dimulai dengan membuat blog di multiply pada awal September tahun 2007, saya mulai blogging dan ketagihan. Nggak nyampe setahun, April 2008, saya bikin blog di sini dan mulai sok-sok mau rajin nulis lewat dua blog itu. Sekitar dua tahun kemudian, multiply tutup dan teman-teman di multiply pada entah ke mana, kecuali Inas. Mungkin satu-satunya teman dari multiply yang masih saya suka baca-baca postingannya adalah Inas. Kalau mas Yanuar hanya berteman lewat facebook. Mbak Yukina Hawmie juga hanya berteman di facebook.. eh atau saya suka lihat blognya juga ya? Duh mendadak lupa. :( Maaf mbak.

Dalam kurun waktu itu.. saya ngerasa bahagia banget bisa nulis di sini, cerita di sini, review nggak jelas di sini. Tahun 2009 dan 2010 saya sangat rajin nulis dan bahkan saya nyampah di dashboard. Literally nyampah, karena beberapa postingan saya mungkin nggak jelas (kayak sekarang ini).

Sebenarnya agak sedih karena makin lama makin jarang update. Jarang update karena banyak hal. Biasanya sih...kendala kuota. Simple. Ngeblog itu ngabisin kuota juga. Nggak terlalu banyak sih kalau cuma posting, tapi kan.. seru kalau sambil blogwalking, apalagi lihat-lihat fashion blogger yang ciamik di luar sana.  Nggak cuma kuota, kadang pulang kuliah sudah terlalu capek untuk menulis. Ada liburan malah dipakai tidur. Yah.. balada anak kuliahan ya.. :))

Tapi kesukaan menulis saya nggak berhenti, kok. Mungkin karena aplikasi [ponsel yang lebih simple adalah tumblr, jadi blog ini agak terabaikan. Seandainya aplikasi ponsel untuk blog ini juga simple dan tampilan dashboardnya juga asik.. hahaa yaa nggak gitu-gitu amat sih. Sayanya aja yang pada dasarnya..malas :))

Kalau ada waktu luang pasti saya mau cerita. Banyak banget draft yang akhirnya terlantar dan males ngepost karena udah basi. Tapi sebenarnya.... nggak apa-apa ya kalau saya posting hal yang udah terjadi sekitar sebulan atau dua bulan lalu? hahaha

Menulis juga bisa ngilangin stress loh. Menurut saya sih. It's so refreshing. Apalagi lihat blog-blog orang yang sangat rapi dengan bahasa yang tertata. Duh.. saya ini mahasiswi sastra tapi kok ngeblognya nggak kayak mahasiswi sastra ya? Coba lihat, kapan saya posting puisi-puisi atau cerpen? Nggak pernah ya malahan? :))

Ya... nggak tau ini malah ngalor ngidul.
Maafkan :"))


Oh iya, buat yang penasaran sama blognya Inas, mampir yuk. Klik di sini. Ada resep dan cerita-cerita menarik loh.

Setengah Hari yang Cukup

Hari gini mungkin berkumpul dengan teman lama udah makin susah, ya. Apalagi ada teman SMA yang sebenernya bisa ketemu tapi baru sempat ketemu 3 tahun setelah lulus. Itu pun karena salah satu dari kami ada yang liburan dua minggu di Indonesia.

Alasan utama kami susah ketemu ya... karena kesibukan. Entah gimana, satu-satunya orang yang paling sering gue temuin diantara mereka adalah Novia. Sabil dan Arsya.. mungkin kalau mau ketemu sebenernya gampang. Datang latihan capo aja. Tapi kok... datang latihan nggak semudah itu. Gue takut bener-bener jadi asing di situ. Apalagi.. bayangin. udah empat tahun lebih nggak datang, kan lucu kalau tiba-tiba datang. Walaupun kangen juga sih.

Ketika Ian mengabari bahwa ia bakalan balik selama 2 minggu ke Indonesia dan bakal ada sekitar 4 hari di Bogor, tentunya gue, Novia, Sabil, dan Arsya semangat banget buat ketemuan. Apalagi weekend. Jelas kami semua libur. Sayangnya awalnya Ian berkabar kalau dia nggak bisa weekend, padahal Arsya hanya bisa weekend karena dia di asrama. Kalau gue sih selo ya. Minggu itu masih libur, jadi bisa kapan aja. Novia pun belum masuk kuliah karena kuliah baru dimulai bulan September. (well, kampus gue kok ngebut banget ya, pertengahan Agustus udah masuk). Sabil dapat dipastikan bisa sore, setelah dia ambil kelas di semester pendeknya. Akhirnya, Ian ngebujuk orang tuanya buat malam mingguan bareng kami. Senang banget ketika dengar Ian dibolehin malam mingguan bareng kami.

Akhirnya, pada Sabtu, minggu kedua Agustus, gue ketemuan sama Sabil, Arsya, Ian, dan Novia. Kami janjian di stasiun Bogor, karena Arsya dari Tangerang dan Ian dari Bojong. Gue sama Sabil jemput mereka di sebrang stasiun dan menuju destinasi pertama, Bonex, warung seafood pinggir jalan di dekat Bogor Permai. Kami pesan kepiting dan kangkung. Gue ga berani makan banyak kepiting karena...yaaa....masa hanya untuk kesenangan sebentar gue harus menanggung bentol-bentol yang bakal muncul seharian? Ngga lucu, kan?

Berhubung Novia nggak enak badan, kami sekalian jenguk Novia. Ke rumah Novia-nya pakai commuter line. Udah lama banget nggak naik commuter line. Terakhir kali naik commuter line itu… nonton Viny hahaha (eh per 1 Desember, Viny jadi kapten tim K3 yaa?)
Jujur, awal dari perencanaan ini gue ngerasa bakal awkward banget pas ketemu karena....udah 3 tahun lebih nggak ketemu. Lega banget pas ketemu dan ternyata....sangat hangat dan benar-benar nggak ada yang berubah. Yaa.. mungkin ada beberapa yang berubah, tapi nggak ekstrim banget. Senang banget rasanya setengah hari bisa cerita-cerita, bercanda-canda, sharing berbagai hal...

Selamat menjalankan perkuliahan, teman. Sebentar lagi kehidupan sebenarnya menanti kita :”D
Senang banget kalian semua bisa dan mau meluangkan waktu untuk sekadar ketemuan.

Pokoknya harus diagendakan untuk ketemuan lagi ya? Kita mantai, mungkin? Hahahhaa





30 Agustus, 2016

still alive~



Aloha! Gue masih idup kok! Hahaha kesannya gimana gitu ya nggak nulis di sini selama....5 bulan!!!
Sedang bingung harus mulai dari mana. pengen deh cerita tentang KKN... mungkin di post selanjutnya aja ya biar seru~~ *mungkin...

btw, gue nemu foto gue dengan kuda nil. ini kuda nil yang ada di Gembira Loka. lucu yahh???

13 Maret, 2016

A Happy Hippo Lady~


Pagi hari ini cuma ngecek instagram dan tumblr lalu nemuin sketsa Indira….bikin seharian jadi beda. Lebih….bahagia. bawaannya senyum terus. Biasanya emosi pas hampir nabrak motor yang ngelanggar lampu merah, sekarang malah disenyumin. Biasanya nunggu lama bikin uring-uringan (apalagi nunggu dosen telat satu setengah jam demi tanda tangan untuk bakti kampus sebelum KKN), jadi bahagia liatin hape mulu (walau gaada sms atau chat) :)).
‘Sihir’ yang hebat ya. 😍😍
Mungkin Indira bakal bosen banget ya dengernya, tapi… gue bener-bener berterima kasih banget. Bener-bener seneng dan…..kagum… dan…. belum ada kata-kata yang tepat buat ngegambarin perasaan gue 😂😂 intinya sih.. bahagia banget. 😀
Hippo lady is very happy~~~

Pantaii




Suatu senja yang manis di Pantai Sundak

29 Februari, 2016

Februari!

Ini rekor baru saya, nggak nulis apa pun di dua minggu pertama bulan Februari. Liburan di Bogor itu.... ternyata nggak ada waktu luang untuk ngeblog. Sekalinya luang, dipake buat masak, ketemu temen, dan istirahat. Mungkin...terlalu nyaman di rumah sampai... menelantarkan blog ini. Padahal... banyak banget cerita yang bisa dibagi... dari Desember kemarin, bahkan. Yah udah lewat jauh sih ya..

Bicara soal Februari, bulan ini entah kenapa... saya dibuat naik turun banget. Di bulan ini, saya resmi boleh beli dan nonton apa pun! Hahahaha iya. Usia legal itu 21 tahun, kan? Boleh nonton film thriller sendiri dong? :D Ya... tapi percuma sih. Saya parnoan. Nggak suka nonton horor dan thriller.

Saya sempet kepengen di ulang tahun saya ke kebun binatang atau pantai. Berhubung saya ulang tahun di hari pertama masuk perkuliahan, rasanya sayang banget kan, harus bolos?
Jadi... yaudah...
Hal yang bikin bahagia adalah...ponsel saya nggak seramai biasanya. Mungkin itu karena saya nyembunyiin tanggal lahir di Facebook, ya? :D (walaupun nggak ngerti juga itu ngaruh apa enggak)
Saya jadi bisa lebih menikmati waktu dengan diri saya dan orang-orang dekat saya.

Tujuh tahun lalu, saya ngeblog tentang ulang tahun keempat belas saya. Gila! Cepet banget. Saya bahkan semester depan udah bisa ngambil skripsi! Inget banget gimana galaunya nggak dapet SMA yang saya pengen... gimana akhirnya saya justru bersyukur banget nggak sekolah di SMA impian itu, karena kalo dapet, mungkin saya ga bakal kenal banyak orang hebat di SMA saya. Inget juga gimana perjuangan buat bisa lolos seleksi mandiri di universitas impian, yang bahkan saya kira saya nggak keterima, dan akhirnya ngejalanin dua kali ospek, yang lucunya... saya jauh lebih suka ospek di tempat yang akhirnya nggak jadi tempat kuliah saya. Lebih...ngena dan jauh lebih...keren.

Bulan ini.. nggak seramai bulan Februari bertahun-tahun sebelumnya, tapi...saya ngerasa lebih seneng. Nggak tau kenapa. Bulan ini pun...saya akhirnya ke pantai lagi (setelah sekian lama..) dan akhirnya (untuk pertama kalinya) ke kebun binatang Gembira Loka. Pas ke kebun binatang, setelah melewati kandang Kuda Nil, setelah dibeliin boneka Kuda Nil di tempat beli merchandise, hujan. (Seketika mengalun lagu JKT48--Kebun Binatang Saat Hujan/Ame no Doubutsuen)
Meski hujan besar agak mengganggu, tapi tetep seneng. Meski payung untuk berlindung agak kecil, tapi tetep seneng. Lagunya pun.. ternyata pas ya. :))

Untuk pertama kalinya saya nggak takut bermotor di tempat gelap, sepulang dari pantai. Iya. Biasanya saya kalau gelap sedikit pasti langsung nyalain lagu kenceng-kenceng dan nggak berani noleh kanan kiri. Nggak tau kenapa, kemarin rasanya biasa aja. Jengjengjeng~~ Apakah ini artinya..Jengjengjeng~~ Saya ga penakut lagi :))

Untuk pertama kalinya juga, gue nonton basket IBL secara live. Iya. Kapan lagi coba? Apalagi kalo pake KTM itu.. beli 1 gratis 1~~ Hahahaha Namanya juga mahasiswa~
Seru ya ternyata liat basket secara langsung. Kenapa ya, gue nyianyiain tiga tahun di SMA dengan nggak nonton DBL dan nggak jadi supporter sama sekali padahal SMA gue terkenal dengan predikat best supporter di DBL. Waw~ Kurang udik apa coba :)) Ya nggak apa-apa sih. Terbayarkan kok dengan nonton IBL :)

Terima kasih, Februari :"D
Foto-fotonya... nyusul ya ;)

with love,
Nyil

Btw, untuk pertama kalinya, akhir bulan lalu gue nonton JKT48 theater loh (sendirian). Setlist apalagi kalo bukan yang ada Viny-nya, Saishuu Bell ga Naru. :D Setelah nunggu dari SMA... :))

27 Januari, 2016

Happy Tummy!

Pulang!

Tau apa artinya?

Ada lebih banyak waktu luang untuk blogging!! Yaa.. karena..... di Jogja.. terlalu banyak hal dan mungkin aku juga yang nggak telaten ngurus blog ini (padahal udah mau 8 tahun!!) :( maafkan ya.. (minta maaf sama blog kok..;))

Oh iya! kemarin aku sama Rasti masak Ratatouille. Bukan judul film kartun loh :)) Ratatouille masakan Italia yang dijadiin judul kartun yang menurutku cukup seru :D Enak looh... dan... bikin Tzatziki (baca: Tatiki) juga buat cemilan. Sejenis dipping sauce gitu. Asalnya dari Yunani. Aku dapat resep ini dari Kristina, anak Inculs asal Jerman yang jadi partnerku selama 6 bulan kemarin. Enak looh!

ini penampakannya.

Oh iya, kentang di foto itu kentang panggang yang enak dimakan sama kulitnya kalau masih anget. Hahaha iya kalau masih anget, atau kalau diangetin ulang. istilahnya..... Jacket Potato (?) tapi ya di tengahnya kurang keju yang meleleh biar lebih mantep sih.. :))

Mau coba? Cek resep-resepnya di BBC Good Food :D ini resep Ratatouille dan Jacket Potato
Bikin juga yaaah ;;)


love,
Nunil