Siang ini saya pergi ke sebuah toko buku kecil di suatu sudut kota Yogyakarta. Nama toko bukunya mungkin udah nggak asing di telinga mahasiswa Yogya, yaitu And Or Bookstore. Saya pertama kali tahu toko buku ini dari si penulis yang lagi digandrungi oleh banyak masyarakat se-tanah air (am I right?), Bernard Batubara. Dia pernah merekomendasikannya lewat akun instagram dan beberapa akun media sosial lainnya. Setelah saya cari informasi lebih lengkap melalui blog-nya toko buku itu, toko buku itu amat menarik. Di toko buku itu menyediakan buku-buku bekas berbahasa Inggris yang harganya cukup terjangkau. Saya pengen banget ke toko buku itu karena katanya di toko buku itu banyak novel klasik. Tentu menarik, kan?
Semester awal saya berkuliah di kota penuh cerita ini, saya sudah mencoba mencarinya sendiri. Nggak ketemu. Saat itu, saya cukup suka nongkrong di Kedai Kopi Gejayan. Siapa sangka ternyata toko buku itu terletak hanya beberapa meter dari tempat nongkrong saya?
Sudah lama saya ingin berkunjung, dan baru kesampean hari ini. Oh iya, And Or Booksore terletak di lantai 2 sebuah tempat makan bernama Roti Papi. Sampai di sana, lihat-lihat buku sebentar. Seneng banget pas lihat ada buku-buku karya Jaqueline Wilson dan penulis favorit masa kecil saya, Enyd Blyton. Buku-buku Enyd Blyton yang saya suka ada lho. Walau kurang lengkap. Oh iya. Semuanya berbahasa Inggris. Seneng banget nemuin buku Noddy, si boneka yang suka mengangguk-angguk itu. Meski yang kulihat cuma ada jilid 3-nya. Seneng juga nemuin buku Lima Sekawan. Sayangnya nggak ada buku kumpulan cerita karya Enyd Blyton, buku Si Badung juga nggak ada.. Meski begitu, tetap senang. Jadi nostalgia... Hahaha..
Oh iya, ini sedikit foto-foto buku yang bikin saya nostalgia..
Oh iya, ini sedikit foto-foto buku yang bikin saya nostalgia..
Rasanya lihat-lihat buku aja nggak puas deh kalau berkunjung ke sini. Berhubung saya penasaran dengan menu yang dijual di Roti Papi, akhirnya sambil lihat-lihat buku, saya mesen makanan khas Belanda bernama Kapsalon.
Kapsalon is a Dutch food item consisting of fries, topped with döner or shawarma meat, grilled with a layer of Gouda cheese until melted and then subsequently covered with a layer of dressed salad greens. The dish is often served with garlic sauce and hot sauce (which is also called sambal). Kapsalon is quite high in calories, with each serving containing approximately 1800 kcal. The term kapsalon literally means "hairdressing salon" in Dutch, alluding to one of the inventors of the dish.
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Kapsalon
Saya pesan Kapsalon rasa ayam seharga 25 ribu rupiah dan teh hangat seharga lima ribu rupiah. Niatnya kan cuma lihat-lihat buku aja...tapi nggak salah kan kalau sekalian nyobain makanan khas Belanda ini? Hahaha
Oh iya, ini foto Kapsalon-nya.
Oh iya, ini foto Kapsalon-nya.
Seneng banget rasanya meski cuma sebentar nongkrong sambil baca-baca dan makan Kapsalon. Semoga lain waktu ada kesempatan untuk ke sana lagi, ya.
Love,
Nunil











