KELANA adalah akronim dari kegiatan bernama
Kons
Ervasi dan petua
LAnga
N untuk
Anak.
(
Cerita ini cerita versi lebih lengkap dan lebih panjang dibandingkan cerita yang aku post di tumblr~)
 |
| 10 years old me. |
2005 bisa dibilang sebagai tahun yang penuh petualangan (”sendirian”) di alam. Sendirian di sini maksudnya nggak sama ayah, ibu, apalagi kakak. Walau sebenarnya masih ditemani orang dewasa sih.
Masa kecilku kalau liburan kebanyakan di kebon dan berkemah di kaki gunung halimun bareng keluarga atau sekadar pasang tenda di halaman rumah nenek. Beberapa kali izin nggak sekolah karena diajak ayah ke pantai atau gunung untu berkemah. Aku dan kakak agak takut sih bolos, tapi kaya ayah “ini nggak bolos. Ini belajar di alam bebas.” Memang sih udah nulis surat izin juga. Hahaha. Tapi, beneran deh. Belajar di luar kelas itu juga penting. Bertemu orang baru, pemikiran beda, suasana beda. Penting. Banget. Banget. Banget.
Jalan-jalannya selalu ada-ada aja dan menyenangkan. Lihat penangkaran penyu dan melepas tukik, coba jadi nakhoda kapal Phinisi Nusantara saat ada kesempatan ke pulau seribu, guling-guling di perbukitan di Ciapus bareng Poly (anjing teman ayah yang mati karena diracun orang), metikin daun poh-pohan langsung dari hutannya di Ciapus, mandi di sungai berbatu besar yang sangat bagus walau Poly nggak berani ikut, sok-sokan jadi Sherina di Boscha sambil jenguk ibu yang lagi kuliah di Bandung, dan beberapa kali ke taman nasional Gede-Pangrango sampai pada akhirnya mendaki gunung Gede di tahun 2005.
Tahun 2005 sangat berbeda karena untuk pertama kalinya ke gunung tanpa keluarga. Hanya dengan teman-teman ayah yang kebanyakan pecinta alam. Nama programnya KELANA, Konservasi dan Petualangan untuk Anak. Yel-yelnya saat itu yang paling aku ingat adalah “Salam aiir, Byur byur!”
KELANA juga punya lagu, tapi lirik yang paling kuhapal hanya
wata watu wati ay ay ay watawa watu watitu ay ay ay
lindungi hewan-hewan di sana, pohon pohon dan berbagai tumbuhan
tidak mencemari airnya, itulah tujuan dalam KELANA
KELANA punya empat rangkaian acara saat itu. Acara pertama, tanggal 26 Juni 2005, pembekalan dan outbond kecil gitu. Seru sih. Anak-anak yang seumuran bahkan ada adik kecil juga ikutan. Semuanya dengan kakak pendamping, nggak sama orang tua. Di situ tapi bapakku ikut jadi kakak pendamping. Manggil ayah sendiri dengan sebutan “Kak” asyik juga loh ngomong-ngomong. Hahahahh! Ayah (seingetku) cuma ikut di acara pembekalan aja. Jadi nggak nemenin di dalam acara dan membimbing adik-adik yang penasaran dengan kegiatan konservasi air dan alam itu. Hehehehe
Acara kedua ‘Konservasi Air’ tanggal 28 Juni 2005. Kami berkumpul di Pintu Air Manggarai untuk naik perahu karet di sungai Ciliwung di Jakarta, ngumpulin sampah penuh belatung yang banyak orang buang ke sungai. Belajar menyayangi air dari kecil juga penting, buat nggak ngebiasain buang sampah sembarangan dan juga buang sampah ke air (apalagi buang kasur ke sungai Ciliwung...). Saat itu padahal sampahnya belum sebanyak sekarang, tapi bau busuknya astaga. Saat itu aku tapi biasa aja ambil sampahnya. Nggak takut belatung atau cacing. Sekarang kenapa ya…
Setelah mengarungi sungai itu, kami ke pabrik penjernihan air bernama Palyja. Di sana ada penyaringan air gitu. Keren banget sih bisa lihat dari air keruh jadi air jernih.
Acara ketiga, Konservasi Alam, 6-10 Juli 2005. Konservasi Alam ini juga seru banget sih. Mendaki gunung Gede bersama-sama setelah menonton video konservasi di taman nasionalnya. Melewati air terjun yang airnya agak panas. Berteduh karena hujan. Makan superbubur dan mengumpulkan sampah-sampah di sepanjang pendakian. Mencium bau kentut di puncak, yang ternyata adalah bau belerang. Turun ke alun-alun Suryakencana sambil perosotan di tanah karena jalannya yang empuk dan enak buat seluncuran. Sampai di alun-alun Suryakencana nggak langsung istirahat tapi lari-larian kayak anak kecil kebanyakan gula, atau kayak anjing yang udah lama di kandang terus dilepas ke alam bebas. Maklum, baru pertama kali lihat bunga edelweiss secara langsung. Aku tertib, kok. Nggak metik bunga itu. Kasihan... Berhubung suka banget sama film The Sound of Music, sambil lari-lari aku nyanyi lagu Edelweiss. Salah satu momen terbahagia yang nggak bisa dilupakan seumur hidup! Setelah itu tidur di alun-alun Suryakencana yang banyak edelweiss-nya, tidurnya diselimutin jutaan bintang yang nggak kehalang lampu-lampu kota, ngerasain dinginnya sampai-sampai dobel sleeping bag dan mencoba jadi kepompong biar hangat.
Di acara ketiga itu, aku sekelompok dengan Kak Fildza dan Akmal, didampingi oleh Kak Lana dan Kak Helse. Idola banget deh mereka. Kami saling bantu dan kompak banget saat itu. Sayangnya aku sudah nggak punya kontak mereka lagi. Ah ya.. mungkin sudah pada lupa...
Pulang dari pendakian, kami turun melalui desa-desa gitu. agak gerimis sih. Tapi senang. Sepanjang jalan kami ngobrol. Slayerku penuh dengan tanda tangan seluruh peserta KELANA. Sayangnya slayer itu hilang... Sedih banget. Mana belum sempat aku foto..
Acara keempat adalah “Kampanye Konservasi-Celoteh Anak Peduli Alam” yang diselenggarakan di Pasar Festival Jakarta tanggal 31 Juli 2005. Di sana pertama kalinya ku nonton NAIF gratisan. Nyihihihi. Acaranya ada pameran gambar yang kami buat tentang alam dan air, dongeng, baca puisi, berbagi cerita, talkshow juga.... tapi yang kuingat penampilan dongeng dan NAIF aja. HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAH dasar anak-anak. Kayaknya dulu aku ikutan tampil sesuatu.. tapi lupa apa. Hahahahha. Pikun :(
Dan ini adalah foto-foto kegiatan di acara ketiga yang aku ambil dari album foto teman ayah di facebook.
 |
| sebelum berangkat |
 |
indomie nikmat dalam perjalanan mendaki pertama tanpa keluarga
Akmal- Nunil |
 |
| bersama-sama di Alun-alun Surya Kencana |
 |
| ada permainan juga loh di alun-alun Suryakencananya. Aku yang berbaju biru dengan slayer hijau di pinggang, di sebelah Kak Helse yang pakai kupluk dan Fildza yang berjaket merah. |
 |
| Teman sekelompok |
 |
| bisa temukan aku? hahaha. si kupluk memegang gelas! |
 |
(belakang-depan)
Nunil-Akmal-Amza |
 |
| Kak Lana dan Nunil, Kak Helse dan Filza, Kak..... dan Dania |
 |
| menggambar bersama Fildza, Kak Helse, Akmal |
Meski suka banget lari-larian dan mendaki dan kegiatan alam lainnya, ayah nggak ngebolehin aku ikut pecinta alam kalau nggak dengan teman-teman ayah. Jadi... itulah sebabnya saat SD ikutan ekskulnya renang dan KIR, SMP juga KIR dan Peer Counselor, dan SMA.... CAPOEIRA! hahahah setidaknya agak mending ketika SMA dan SD, ada olahraganya. Hahahahah