Laman

31 Oktober, 2013

Pameran Ilustrasi Buku Cerita Anak "Kisah Anak-anak Langit"

Hari ini, Kamis, 31 Oktober 2013, saya, Nisah, dan Adam berniat untuk melihat pameran lukisan yang ada di Purna Budaya Koesnadi Hardjosoemantri yang bertempat di dekat Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta. Sesampainya disana ternyata pintu ruang pameran terkunci, padahal waktu pameran masih ada sekitar 4,5 jam lagi. Agak kecewa juga sih, soalnya kami penasaran banget sama pameran lukisan yang ada di Purna Budaya itu.

Namun kami ingat bahwa ada Pameran Seni Rupa di Taman Budaya Yogyakarta. Kami akhirnya memutuskan untuk berangkat ke pameran selanjutnya. Namun, ternyata Adam mengetahui satu pameran lagi, yaitu Pameran Ilustrasi Buku Cerita Anak "Kisah Anak-anak Langit" yang bertempat di Bentara Budaya, Yogyakarta. Alhasil, sebelum kami berangkat menuju Taman Budaya Yogyakarta, kami menyempatkan diri untuk mampir ke Bentara Budaya, melihat pameran ilustrasinya.

ini pamfletnya
Di Pameran ilustrasi buku cerita anak, nggak cuma ilustrasinya lho, yang dipamerkan. Bahkan ceritanya di print di kertas HVS dan ditempel di ruang pameran. Jadi, yang lihat-lihat disana bisa sekalian baca ceritanya juga. Seru kaan? Pameran ini berlangsung dari tanggal 26 Oktober hingga 2 November nanti. Masih ada dua hari lagi untuk menyempatkan diri melihat pameran ini lho. :D
Ah iya, Hasil karya yang dipamerkan disini adalah hasil karya milik Pak Alim Bakhtiar. Selain menulis cerita anak, beliau juga menggambar sendiri ilustrasi dari cerita yang ia buat. Keren yaaa.. Harus lihat deh betapa serunya ceritanya dan betapa menariknya ilustrasi-ilustrasi yang dibuat oleh Pak Alim Bakhtiar ini.

ini beberapa karya beliau yang saya suka dan yang saya sempat abadikan

ini karya beliau yang menjadi favorit saya.
ini ada Nisah bersama Pak Alim Bakhtiar, dan juga saya bersama Pak Alim Bakhtiar
Menyenangkan juga melihat ilustrasinya :D Semoga bukunya cepat diterbitkan dan saya bisa beli satu! :D

with love,
Dyah Prajnyandari

29 Oktober, 2013

Sore di Parangtritis

Minggu, 27 Oktober 2013, Parangtritis, Jogjakarta.

Kami berempat, Saya, Dhifa, Nisah, dan Izul pergi ke pantai yang dekat dan nggak terlalu pegel kalo kesananya naik motor :") Ya. Apalagi kalo bukan Pantai Parangtritis :)) Pantai yang deket dan nggak terlalu bikin capek kan cuma Pantai Parangtritis dan Pantai Depok :") Pantai Indrayanti memang bagus, tapi kejauhan :|

Awalnya kami bertemu di sekretariat Bulaksumur Pos, menghadiri acara open house bagi mahasiswa yang selesai proses seleksi dan mendapatkan gelar awak magang Bulaksumur Pos. Alhamdulillah, kami berempat termasuk dalam awak magang itu. Sebenarnya ada satu lagi, Kartina, yang menjadi awak magang bersama kami, namun hari itu ia tidak datang. Sakit katanya. Maklum, sehari sebelumnya ada pementasan teater yang ceritanya sudah saya post kemarin ini.

Ide ini berawal dari percakapan sepele.
Awalnya, kami hanya ingin makan siang bersama. Aku tanya sama mereka, ingin makan siang dimana. Izul tiba-tiba menyeletuk, makan di pinggir pantai sekaligus menyelesaikan tugas Dasar-dasar Ilmu Budaya (DDIB) yang harus dikumpulkan esok harinya. Dengan bermodalkan nekat, saya langsung menyetujuinya dengan semangat dan mulai mengendarai sepeda motor menuju pantai terdekat, pantai parangtritis. Awalnya kami sempat ragu, namun kami lebih nekat. Saya memang sengaja membawa catatan untuk membuat tugas DDIB, namun tak menyangka bahwa saya kami akan menyelesaikan tugas itu di pinggir pantai (atau lebih tepatnya di mushola di pinggir pantai).

Sampai di pantai, kami mengisi perut dengan makan mie ayam plus es kelapa muda. Duh... di hari sepanas itu, es kelapa muda emang bikin seger banget ya. Sehabis itu kami menuju mushola. Setelah melaksanakan kewajiban, kami mulai sibuk berkutat dengan tugas DDIB itu. Menurutku seru juga mengerjakan tugas di tempat kayak gitu. :D

Ah iya, sekitar dua jam kemudian, tugas beres, dan waktunya berfoto ria :D
Kami berjalan ke pinggir pantai hanya untuk berfoto dan berpose sebentar, lalu pulang. Tapi.. SERU :D
Semoga suatu saat bisa berekreasi bersama teman-teman satu angkatan :D kemana pun boleh, asal ramai-ramai. Pasti jauh lebih menyenangkan :D

ah iya, ini foto narsisnya kami :D


Izul-Nunil-Dhifa-Nisah

Dhifaaaa

Izuuul

Nisaaaah

Sayaaa



Terima kasih banyak untuk siang-sore yang menyenangkan :D
Doakan agar bisa rekreasi satu angkatan, ya :"D

with a lot of love,
Dyah Prajnyandari

28 Oktober, 2013

GRHHH!

26 Oktober 2013 pukul 19.00
Malam itu adalah malam puncak bulan bahasa yang dimeriahkan oleh Teater Kami Bercerita dari Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia FIB UGM. Teater Kami Bercerita membawakan pementasan berjudul "GRHHH!" hasil adaptasi dari cerpen karya Seno Gumira Ajidarma. Pementasan kali ini disutradarai oleh Mas Ratno Hermanto alias Mas Mbes dan Mas Wijil Sinang Purba Waluya alias Mas Sinang.

Malam puncak tak hanya diisi oleh pementasan teater, tetapi juga diisi oleh peragaan busana dari Danarhadi dan ada penampilan dari Musik Patrol IKPM Jember.

Berhubung saya ikut pementasannya, jadi cerita tentang pementasannya ya :)

Pementasan ini mulai pukul 19.00 (kurang lebih) dan alhamdulillah ditonton oleh cukup banyak orang :)
Alhamdulillah juga, banyak komentar positif mengenai pementasan ini.

Pementasan ini digarap bersama-sama dan prosesnya cukup memakan waktu namun hal ini menyenangkan :D Sore-sore berkumpul untuk latihan demi pementasan ini.. seru sekali :D

ah iya, ini behind the scene-nya :D

waktunya di make up! :D

pokoknya tiap ada acara, foto berdua-berdua itu wajib hukumnya! :"D
kiri-kanan: Mas Sek, Mas Zikri, Mas Fuad, Mas Fajar, Faiz
kiri-kanan: Via, Mas Kukuh, Kartina, Mas Deo, Mbak Melita
kiri-kanan: Tiwi, Nisah, Usman, Endah, Mbak Ucig
kiri-kanan: Mbak Maya, Mas Angga, Mas Fajar, Gita, Mas Mbes
p.s. aku ga nyadar itu foto bareng mas fajar kok ada dua ya :|

bersama beberapa orang keren di balik layar. Kiri ke kanan atas ada Mbak Nining, Mbak Ce, Mbak Elsa, dan dibawahnya dari kiri ke kanan ada Mbak Novianna, Mbak Ninis, dan Mbak Odeng. Terima kasih banyak bantuannya, Mbak semuanya :*

dan ini saya bersama Mbak Dinda, yang make up-in saya :D
Dalam pementasan ini, saya berperan sebagai mbak-mbak yang dikejar zombi. hihihi lucu ya :)) make-upnya terlihat tua ya? :D tapi seru loh :D
ah iya.. untuk yang penasaran gimana cerita GRHHH!, silakan baca cerpennya :D

Terima kasih banyak untuk semua panitia Bulan Bahasa, kru pementasan, dan juga penonton yang udah meluangkan waktu untuk nonton pementasan kami.
Terima kasih juga untuk pembaca postingan ini yang udah meluangkan waktunya untuk baca postingan ini :D

Saya sayang kalian semua :*

with love,
Dyah Prajnyandari

26 Oktober, 2013

TODAY!

Sabtu 26 Oktober ini pukul 6 sore akan ada pementasan teater adaptasi cerpen "GRHHH!" karya Seno Gumira Ajidarma dalam rangka malam puncak acara Bulan Bahasa. Be there, guys ;)


sekilas, saat gladi bersih
Ah iya, doakan hpku nggak mati ya dan aku bisa mengabadikan momen ini :) cerita tentang pementasan ini menyusul yaa.. doakan semoga pementasannya sukses :D

with bunch of love,
Dyah Prajnyandari

20 Oktober, 2013

Sekilas Cerita

Pernah denger kata sumbilangeun? atau delepen? dua kata dari bahasa sunda dan bahasa jawa itu memang memiliki arti yang sama. Sakit perut saat haid. Menyebalkan memang. Yah mungkin bagi saya aja yang ngerasa hal ini cukup mengganggu aktivitas.
Sakitnya itu bisa sampai bikin beberapa orang teman saya pingsan loh. Segitu sakitnya ya...
Saya juga merasakan sakitnya, dan alhamdulillah nggak sampai pingsan.

Kebiasaan saya adalah menaruh botol beling yang diisi air panas atau hangat di perut. Bagi saya sih efektif buat ngilangin rasa sakitnya. Kalau lagi urgent dan nggak bisa nemuin botol beling plus air panas, saya biasanya menggosokkan kedua tangan saya sampai agak panas, lalu taruh di perut. Nyaman banget kalau kayak gini.

Suatu ketika, saya tengkurep saat latihan untuk sebuah pertunjukan. Saya lagi sumbilangeun. Kenapa coba saya tengkurep? ya biar perutnya anget :D
dan tiba-tiba ada yang marahin saya, sebut saja Mbak X.
ini percakapan Mbak X dan saya.

X: Kamu ngapain disitu?
S: Ngilangin sakit perut, Mbak
X: (nada agak tinggi) Kamu salah! Ngilangin sakit perut tuh bukan tengkurep. Terlentang gih!
S: Ya tapi enakan gini, Mbak
X: (membentak) Enak tapi ntar ga ilang sakitnya! Yee.. dikasih tau juga! Kalo sakit ya terlentang! 
Sebenernya percakapannya lebih panjang dari apa yang saya tulis. Saya keburu lupa tapi :))
Jujur, hati saya tiba-tiba lebih sakit ketimbang perut saya yang lagi ga karuan itu.
Kenapa?
Kalau saya terlentang, nanti anginnya bikin dingin perut saya dan sakitnya makin ga karuan. Terlentang dengan tangan di perut emang bisa, tapi itu kurang nyaman.
Saya bingung saat itu. Siapa yang sakit dan yang merasakan apakah rasa sakitnya berkurang atau enggak, ya? Lagian.. setiap orang punya gaya yang berbeda untuk menanggulangi masalahnya kan? Nggak semua cocok dengan hal yang dilakukan oleh orang lain untuk menanggulangi suatu masalah.
Iya kan?

Ah iya.
Kalau kamu, gimana menghilangkan rasa sakit perutmu?

with love,
Dyah Prajnyandari

19 Oktober, 2013

Talkshow Ekranisasi

18 Oktober 2013 lalu, ada sebuah Talkshow bertemakan Ekranisasi sebagai Potret Perkembangan Bahasa dan Sastra Indonesia bersama Mas Senoaji Julius dan Mas Bernard Batubara. Talkshow ini bertempat di Auditorium FIB UGM, Gedung C lantai 3.

Talkshow ini dibuka oleh Tari Saman dari BSO Saman (kegiatan fakultas).
Talkshow ini amat menarik, mengangkat tema film yang diadaptasi dari novel, dan perkembangannya. Seru juga mendengar komentar dari Mas Senoaji dan Mas Bernard Batubara mengenai bagaimana proses novel menjadi film, bagaimana pembaca dan penikmat film membandingkan kedua karya tersebut, dan masih banyak lagi pembahasan yang menarik.

Seusai talkshow, saya sempat meminta tanda tangan buku Cinta. (baca: cinta dengan titik) milik saya, dan juga buku kumpulan cerpen Milana milik teman saya. Senang juga bisa foto berdua bersama Mas Bernard. Sayangnya, Mas Senoaji keburu pulang sebelum saya minta foto berdua :( jadi gaada buktinya kaan :( *eh
hahaha
yaudahlah pamer foto aja ya :p

penampilan saman

MC- Mas Senoaji Julius - Mas Bernard Batubara

tiketnya
saya dan mas Bernard. Maaf blur ._.v
ah iya, foto ini hasil editan instagram. foto aslinya gelap banget soalnya gapake blitz. lagian kalo pake blitz pasti keliatan aneh
Ah iya, perlu diketahui, acara Talkshow ini adalah serangkaian acara dari acara tahunan Sastra Indonesia yang bernama Bulan Bahasa. Pada penutupan acara Bulan Bahasa tanggal 26 Oktober 2013, akan ditampilkan sebuah pertunjukan teater dari Teater Kami Bercerita. Pertunjukan teater ini mengadaptasi cerita pendek karya Seno Gumira berjudul "Grrrh!". Doakan semoga semuanya berjalan dengan lancar ya ;)

with love,
Dyah Prajnyandari

Embung Tambakboyo

Embung Tambakboyo itu adalah danau di daerah Condong Catur, Yogyakarta.
Aku, Tiwi, sama Gita main kesana di suatu sore yang cukup terik :D



ini jalan menuju tempatnya 


Gita-Tiwi-saya

lagi muterin danau sejauh 1 km :) ayo semangat yang kakinya lagi sakit :D *lirik Tiwi sama Gita ._.v
 Seru juga.. kita jalan kaki muterin danau sejauh 1 km. Selama jalan, ketemu satu orang yang sama papasan 4 kali karena dia lagi lari. Huahaha berasa jalan gue, Tiwi, dan Gita itu lama. Yaah wajar lah kan sekalian menikmati pemandangan :p

Thanks for that day, guys :*

with love,
Dyah Prajnyandari

Sesuatu di Gramedia :|


Beberapa minggu lalu aku jalan sama Nisah (Anisah Zuhriyati) nyari buku ke Gramedia Sudirman. Tau nggak apa yang aku temuin? DIY Mini Cotton. Nanem pohon gitu. Lucu banget sumpah. Sayangnya aku bingung bakal nanem dimana habisnya tempatnya ga memungkinkan dan aku ga yakin bisa ngurus tanemannya :| bete juga ya :| imut banget loh wadahnya XD

14 Oktober, 2013

Cinta. (baca: cinta dengan titik)

Cinta. (baca: cinta dengan titik)
Sebuah novel bercerita tentang percintaan yang ditulis oleh Bernard Batubara. Awal perkenalan saya dengan novel ini adalah saat teman saya bilang kalau Bernard ngeluarin novel baru yang berjudul Cinta (dengan titik) itu. Jujur penasaran. Pas cek di gramedia, harganya nggak pas di kantong saya. Saya cari ke Toga Mas, toko buku diskon itu, ternyata belum ada. Salah satu teman saya ternyata sudah membelinya. Awalnya saya berniat pinjam saja berhubung saya penasaran sama ceritanya dan kantong saya lagi seret.

Sungguh menyenangkan, saya akhirnya nggak jadi minjem buku itu karena satu dan lain hal. Agak memaksa, saya pun membeli buku itu, dan lebih baik makan mie instant (ya nggak segitunya juga sih).
Syukurlah. Novelnya bikin saya nyesel kalau saya nggak beli :) Cinta (dengan titik) itu emang menarik. Mulai dari judul, dan gambar covernya.
Cerita novel ini menceritakan kisah Nessa yang trauma pacaran karena ibunya meninggalkan ayahnya karena ada pria lain. Nessa ternyata justru masuk ke kisah seperti itu bersama Demas. Awalnya sih ya nggak kenal sama Demas. Proses kenalannya juga menarik :)
Kisah Nessa yang dijodohin sama Endru oleh bapaknya juga cukup menarik.
Saya suka sekali sama setting tempat yang dipakai Bernard. Kebetulan, saya kan kuliah di yogya dan kebetulan lagi, saya mengenal tempat itu.
Saya juga suka haiku-haiku yang ada di buku ini.
Sayangnya buku ini kebanyakan lirik lagu-nya. :| Bukannya saya ga suka sama lagunya, tapi ya... jujur saya kurang sreg :)
Overall bagus dan menarik lho, kisahnya :D bikin saya ingin membalik halamannya sampai habis :D

with love,
Dyah Prajnyandari

13 Oktober, 2013

Grrrh!

Nisah-Mbak Daning-Mbak Sinduk-Mbak Melita-Kartina
Endah-Mas Sek-Mas Zikri-Mas Hafid-Mas Afid
Mas Kukuh-Gita-Tiwi-Mbak Okta-Via
Faiz-Mbak Nining-Mas Fajar-Mas Angga-Mas Deo
Mas Mbes-Mas Sinang
Doakan pertunjukan kami sukses pada tanggal 26 Oktober nanti, kawan ;)

with love,
Dyah Prajnyandari

12 Oktober, 2013

Pulang

Akhir-akhir ini berita yang lagi hangat dikalangan mahasiswa rantau adalah kata "pulang". Pulang dalam rangka merayakan hari Idul Adha di rumah. Bertemu keluarga, sebelum kembali memulai aktivitas kampus dan kegiatan ekstern kampus lainnya. Bertemu keluarga. Bersilaturahmi, bersenda gurau, bertukar banyak cerita.

Pulang...
Teman dari Jember, sore ini naik bus kembali ke kotanya sampai Rabu sore.
Teman dari Solo, siang ini naik Prameks untuk sampai ke rumahnya.
Teman asli Yogya, pamer makanan dan pamer jarak karena rumah dekat.
Teman dari Bengkulu, semangat menyatakan ketidak-pulangan-nya ke rumah karena menjadi panitia di sebuah acara.
Teman dari Jakarta, cemberut karena kehabisan tiket kereta untuk pulang.

Dan saya... Saya nggak pulang. Saya sedih karena saya sudah rindu Bogor teramat sangat.
Yang pasti, saya lebih sedih kalau saya nggak boleh pulang ke hati kamu. *eh

with love,
Dyah Prajnyandari

09 Oktober, 2013

:)

Halo tanggal sembilan :)


aku yakin kamu tahu
aku yakin kamu paham
tak perlu mengucapkan
tak perlu mengulang
aku yakin kamu mengerti apa maksudku

Selamat malam :)

aku sayang kamu

with love,
Dyah Prajnyandari

07 Oktober, 2013

:D

beberapa waktu lalu ada penampilan dari BSO :) (kegiatan ekstern tingkat fakultas)
dan lagi-lagi.. cuma bisa mengabadikan sedikit foto, berhubung terlalu menikmati acaranya :)


ini pas Mbak Totoy nyanyi.. enak suaranya.. cantik pula :D
dan beres pertunjukan dari BSO itu, saya, Dhifa, Via, Inez, Ezra, dan Izul nyari makan. Kami ke warung burjo (bubur kacang ijo) :D nggak cuma bubur kacang ijo kok yang dijual disana. Ada mie, magelangan, nasi goreng, dan lain sebagainya. ada berbagai macam gorengan juga :D

ah iya, seperti biasa, saya sering narsis :|

Saya, Dhifa, Via, Inez
Sekian yaa :D saya lagi pengen update banyak nih.. maaf menuhin dashboard :|

with love,
Dyah Prajnyandari

gelanggang expo

Gelanggang expo seru! Sayangnya batre lemah tiap kesini dan cuma bisa mengabadikan sesuatu dari 2 UKM.
yang pertama adalah Surat Kabar Mahasiswa Bulaksumur UGM. Saya minjem properti buat promosinya habis imut sih :D
tadaa~ 
dan satu lagi adalah ketika Gadjah Mada Chamber Orchestra tampil. itu pun cuma sekali foto terus hapenya mati. haish :|

ini GMCO dari tempat saya berdiri. di sekeliling-nya ramai. ah iya, keren loh mainnya :D

 sekian mini updatenya :D

05 Oktober, 2013

Studi Karya Sastra Indonesia 2013

Untuk catatan awal, foto yang ada dibawah adalah foto seusai studi karya, namun masih berada di lokasi studi karya. Saya nggak punya foto-foto semasa studi karya. Mengapa? Karena hape-nya dikumpulin, dan juga kan ada tim dokumentasi sendiri dari kakak-kakak panitia. Yah tinggal minta soft copy-nya aja nanti. Semoga boleh ya :"D

Studi karya diawali dengan berkumpul di pelataran gedung Margono yang ada di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jam 2 siang. Saya belum sempat sarapan. Tau nggak? Dapet makan gratis loh dari panitia konsumsi soft skill (soft skill itu masuk dalam serangkaian acara ppsmb universitas (ospek)). Enak ada satenya segala. :9
Nah balik lagi ke cerita studi karya, disitu kita kumpul per kelompok. Berita sedihnya adalah, Eka demam tinggi jadi nggak bisa ikutan studi karya. Walhasil kelompok saya cuma ada 6. Kelompok mini ini kurang seru tanpa kehadiran Eka. Yasudahlah. Harus tetap semangat! :")

Berangkat menggunakan dua bus buat peserta, dan juga ada panitia yang berangkat menggunakan motor. Perjalanan cukup jauh. Berhubung hp udah dikumpulin di awal, jadi kerasa lebih jauh :)) kalo ada handphone kan bisa sekalian denger lagu biar ga bosen. Untung aja saya bawa cemilan :")

nyampe lokasi, udah sore. jam 4-an. Istirahat, shalat ashar, dan beres-beres. Habis isya dan selesai makan, ada acara pentas seni gitu. Pentas seninya seru-seru banget loh :D dan ada kejutan yaitu pentas dari kakak angkatan. Sumpah kocak! :D dan keren juga :D ternyata pementasan dari kakak angkatan itu adalah pementasan yang mereka pakai untuk acara kirab, dimana harus nampilin pertunjukan, dan dilombakan se-FIB. seru kan? semoga angkatan saya bisa lebih bagus ya :"D

Ah iya. Ada penampilan individu juga. Penampilan individu ini yang dipanggil pertama adalah saya. disuruh bikin puisi disitu. ga boleh bawain puisi orang. haiyah :| dan penampilan individu terakhir itu adalah Danang. Total orang yang dapet kesempatan buat tampil secara individu adalah dua orang. IYA. cuma aku sama Danang yang dapet kesempatan buat tampil individu. haiih curang :| yaudah gapapa :)) seru juga kok :D
habis itu kita istirahat deh :)
dan seperti kebanyakan acara ldk dan sejenis ini, tengah malem dibangunin. Alhamdulillah dapet kelompok pertama buat dievaluasi sama kakak tingkat.
Sayang banget ditengah-tengah acara itu, maag saya kambuh dan minta ampun sakitnya. ditambah tiba-tiba migrain. sumpah jarang banget saya migrain :( sedih jadi gabisa ikut acara selanjutnya. mana sempet mual lagi. akhirnya dianter Mas Kukuh buat ke tempat P3K. disitu tidur. Nggak nyaman tidurnya, habis migrain sama maag-nya masih membandel. haaah kalo inget itu rasanya bete banget. penyakit dateng disaat ga tepat. hih -_-
yaudahlah. dan alhamdulillah banget pagi-paginya maag ilang, walau migrain masih nemplok. yang penting masih bisa ikutan outbond! Yaaay!!

Outbond dibagi menjadi 3 pos. Ada 6 kelompok, dan dibagi tiga untuk duel di masing-masing pos. Saya kebagian menuju pos ketiga dulu. Basah-basahan. Mindahin air di dalam ember ke ember yang lebih besar menggunakan bambu yang panjang. Sayang sekali kelompok kami kalah :))

Outbond di post selanjutnya adalah melewati jaring tanpa sedikit pun mengenai anggota tubuh. Alhamdulillah kelompok saya juara! :D mau tau nggak? saya sampe digendong temen-temen sekelompok buat melewati jaringnya loh, habisnya jaring yang udah dilewati oleh temannya ga boleh dilewati untuk kedua kalinya sih. Mana saya berat.. duuh makasih banyak ya teman-teman :")

outbond di post terakhir adalah outbond paling kocak. Lawan kelompok saya badannya besar-besar dan kami akan melakukan permainan kucing dan tikus. ketika kelompok kami jadi tikus, dengan mudahnya kelompok lawan menangkap tikus kami. Ada Al sih yang jadi kucingnya :)) pantesan :)) tapi seru bangeet :D

dan terakhir harus nyari potongan-potongan kertas. seru juga sampe berebutan per kelompok, dan ternyata kertas itu buat satu angkatan :) ternyata tulisan yang ada di potongan kertasnya adalah... "Sastra Indonesia" :D yaaay :D
seru banget :D
habis itu foto bareng-bareng, makan siang, shalat, dan evaluasi plus memberikan surat cinta ke kakak angkatan.
Duh. dipanggil satu-satu baru nyerahin surat cintanya ke kakak angkatan. Jadi malu :| biarin aja sih kan bukan surat beneran ini :))
habis itu evaluasinya adalah.. ngasih jenis permen sesuai dengan perintah ke kakak yang sesuai dengan kriteria yang disebut oleh kak Ucig, sebagai MC. Misalnya, ada permen jahe untuk kakak yang nyebelin, permen alpenliebe buat yang dikagumi, dan sebagainya. Asik juga loh :D

nggak lupa sebelum pulang, narsis-narsis dulu pakai kamera Alin :D

ah iya ini foto-fotonya :D

foto foto dari kamera Alin--->

(ki-ka) Izul, Dhifa, Sofi, saya, Alin, Hendra. ini kelompok saya, NH Dini. Sayang banget Eka nggak ada :(

inilah kami~

Sastra Indonesia 2013
di barisan belakang dari kiri ke kanan ada Nikita, Karin, Ainun, Didit, Kartina, Ari, Dhifa, Inez, Mbak Mai, Faiz, Kamal, Hendra, Uwwi, Tiwi, Endah, Binar, Ranti, Sofi, Alin, Ajeng, Aalaa, Gita, Fitri, Anisah, dan Lili.
di barisan tengah dari kiri ke kanan ada Yenny, Via, Irsyad, Agil, Rian, Izul, Ezra, Al, Gigih, Salsa, Lin, saya, dan Baping.
di paling depan dari kiri ke kanan ada Ridwan, Danang, Usman, dan Tito.
ada dua orang yang nggak hadir. Astri dan Eka. Sayang sekali ya :( hiks :(


sebelum dapat foto yang bagus~

ini cewek-cewek numpang narsis :p di atas ada Gita, Tiwi, Ajeng, Alin, Aalaa, dan Yenny. di bawahnya ada Via, Kartina dan Lili.

saat perjalanan pulang-->

ini ruang tidur putri

nun jauh disana ada kamar tidur putra


diperjalanan.. jalannya cukup sempit..

pemandangan bagus, sayang cukup gersang :|

suasana di bus :)
Terima kasih untuk studi karya atau malam keakraban yang seru sekali :D Terima kasih teman-teman atas kerjasamanya :D Terima kasih juga untuk kakak panitia :D
I love you, all :*
Gapapa UGM, yang penting Sastra Indonesia!!

:D

with love,
Dyah Prajnyandari

Surat Menyurat


"Kamu lagi ngapain, Nil?" tanya seorang teman saat saya sedang sibuk dengan kertas folio bergaris, menulis sesuatu. "Memangnya masih ada tugas ospek yang nyuruh kita nulis sesuatu?"

Memang, tugas ospek jurusan banyak yang menggunakan kertas folio bergaris untuk menulis biodata nama kelompok juga biodata kakak angkatan yang dikepoin. Saat ditanya begitu, saya hanya cekikikan dan jawab, "Iya. Aku dapet tugas tambahan harus nulis berlembar-lembar karangan di kertas folio ini"
dengan polos, Dhifa terlihat begitu panik. Karena nggak tega, akhirnya saya ngaku kalo saya cuma ngasih jawaban iseng dan sekenanya :))

Kalian tau kan pastinya kalo saya lagi ngapain? Iya! Sesuai dengan judul diatas, saya sedang menulis surat. Dan saya yakin kalian juga pasti tau surat itu ditujukan untuk siapa. Iyaa! siapa lagi kalau bukan untuk orang yang ada fotonya di awal postingan ini :D namanya, sebut saja Novia Indah Kintani alias Nopia alias Niinkin.

Banyak orang yang berkomentar dan inti dari pembicaraannya itu, "kamu terlalu jadul. nyanyian yang kamu senandungkan macam flamboyan, sepanjang jalan kenangan, dan banyak lagu yang saya nggak tau saking udah lama berlalu kepopuleran lagu itu. Sekarang? Kamu masih sempat-sempatnya berkirim surat. Kan ada email, yang bisa diakses dimana saja, bahkan di hp. Kalau mau lebih gampangnya, kenapa nggak via SMS atau telepon? Kamu nggak bosan nunggu surat balasannya?"

Kalau ditanya apakah saya masih sempat berkirim surat? Saya akan menjawab dengan tegas. Iya. Sempat. Selalu ada kata sempat untuk hobi dan kesenangan. betul kan? Bagi saya, menulis surat itu menyenangkan. Mungkin bagi orang hal itu membosankan dan terlalu jadul. Hal menarik dan menyenangkan bagi setiap orang tak sama, bukan?
Berkirim surat dengan email? jujur, saya malas. saya terlalu malas untuk mengetik dan bercerita lewat email, makanya saya berkirim surat.
Bercerita melalui telepon? Saya mendapat uang bukan dengan cara memetik daun. Telepon itu biayanya mahal. Emang bisa murah sih, tapi kan yang saya ingin ceritakan banyak sekali. :(
Bercerita melalui sms? sering sih saya melakukan hal itu, namun... jujur saya bosan berkirim sms. terkadang melalui sms presepsinya jadi berbeda. lagipula kalau mau menceritakan banyak hal, sms amat sangat tidak cocok. namanya juga SMS. Short Message Service. jadi yang ada di dalam sms tentu pendek-pendek, bukan?

Dan, betapa menyenangkannya berkirim surat dengan Novia. Sekarang, kadar kangen saya sama dia udah jauh melebihi batas. Rasanya ingin teleport ke Bogor lalu memeluk dia dan bercerita banyak hal secara langsung. Saya ingin tatap muka. Saya kangen kangen kangen kangen :(

ini dua surat yang telah saya terima dari sahabat kesayangan, Niinkin.
( itu amplopnya sengaja banyak biar kayak banyak gitu dapet suratnya :)) )


Nov, kutunggu surat balasan darimu, ya! :)

kita harus cepet-cepet ketemu.
I really miss you my dearest Novia Indah Kintani :')

with bunch of love,
Dyah Prajnyandari

04 Oktober, 2013

Persiapan Studi Karya

Persiapan Studi Karya Sastra Indonesia 2013 diwarnai dengan berbagai macam kesan dan pengalaman, juga emosi.

Ah iya. Saya masuk ke kelompok NH Dini. Ketuanya Izul (Akhmad Zulkarnain) dengan beranggotakan Alin (Dhamalia Lantika), Dhifa (Nadhifa Indana Zulfa Rahman), Sofi (Dian Sofia A), Eka (Eka Rohmaniah), saya, dan Hendra (Hendra Dwi Priyana).
Persiapan dari kelompok saya cuma menghapalkan yel-yel Studi Karya, yel kelompok N.H. Dini, dan membuat properti untuk pementasan.

Yel-yel Studi Karya-nya menggunakan 3 lagu. Lagu pertama dengan nada Aitakatta-nya JKT48, terus lagu Playboy-nya 7 icon, dan lagu terakhir... saya nggak tau lagu apa itu :|
Yel-yel kelompok N.H. Dini, yaitu kelompok saya, menurut saya menyenangkan sekali. Hahaha. Kami memilih untuk menggunakan lagu india. judulnya itu.. "Bole chudiyan - Kabhi Kushi Kabhi Gham"
Seru deh pokoknya :D

soal properti, yang kami buat cuma mahkota raja, mata kepiting, dan capit kepiting. Cangkang kepitingnya yang bikin Hendra. Kreatif lah dia. Name tag kelompok kami juga yang gambarin Hendra. :)

Ah iya. ini properti mahkota dan mata kepitingnya :D

saya numpang narsis


saya numpang narsis
Ah iya. Mau curhat juga. Kan ditugasin buat nyari gelas plastik yang seukuran dan sewarna untuk tiap kelompok. Waktu itu saya dan Endah yang kebagian buat nyari gelasnya.
Dari sebelum dzuhur, baru ketemu lengkap gelasnya itu ba'da isya. Kami, saya dan Endah muter-muter keliling Jogja, yang notabene kota baru bagi kami, pendatang di kota penuh kenangan ini. Yah saya memang nggak bisa dibilang pure pendatang, berhubung setiap lebaran dari kecil saya udah kesini. Tapi kan... saya nggak apal jalan-jalan di kota ini :| eh belum hapal maksudnya.

dan ditengah perjalanan mencari gelas, saya iseng foto di sebuah tempat perbelanjaan yang lagi ada promosi sebuah suplemen anak.
tadaa-->
mas-masnya lagi promosi

ini saking bosannya, saya berfoto di motor

dan kami sempat beristirahat di sebuah perbelanjaan untuk sekedar mengisi perut yang sudah teriak-teriak minta diisi. Saat akan melanjutkan perjalanan, kami tertegun melihat betapa senja hari itu amat mengagumkan. Sayang sekali kamera hape saya tidak dapat merekamnya dengan baik :(

senja di pinggir kota jogja
untung banget deh Agil mau nyari gelas warna merah, karena di toko terakhir yang kami datangi, gelas yang nggak ada tinggal warna merah. Terima kasih banyak untuk hari itu :"D


with love,
Dyah Prajnyandari