cookieChoices = {}; Nunil: wisata

Laman

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

01 Maret, 2018

Bacang dan Pekan Budaya Tionghoa 2018

Baru sempat ke Pekan Budaya Tionghoa. Kalau ada ini, selalu semangat karena jadi lebih gampang cari bacang kesayangan. 

Waktu di Bogor, biasanya ada tukang bacang lewat tiap pagi, dan ibu sering beli untuk sarapan atau bekal sekolah. Kalau lagi sakit dan susah makan, pengennya bacang atau nasi tim. Hahahha. Padahal sebenernya aku jarang susah makan, sih. Rakus soalnya anaknya. Haduh.

Kemarin, 28 Februari 2017, akhirnya menyempatkan waktu ke sana. Tanggal 2 Maret 2018, event ini udah selesai. Nggak mau ketinggalan. Terus... Jalannya ramai. Macet. Maklum, ke sananya nggak dari sore, tapi udah agak malam. Seperti biasa, di kampung Ketandan, China town-nya Jogja, kalau lagi ada Pekan Budaya Tionghoa, selain ada pertunjukan barongsai, naga, wayang, lomba karaoke dan dance, selalu penuh dan banyak jajanan yang menarik. Dan seperti biasa juga, aku hanya tertarik bacang. Hahha. Walau hanya ingin beli bacang, tetap jalan ke seluruh stand, lihat ada apa aja. Tiap tahun beda, sih. Banyak jajanan hits pada tahunnya. 
Dulu lagi hits minuman yang di wadah gas atau kantong darah, sempat pancake durian, terus hits fortune cookie, gelato, terus hits biskuit yang pakai nitrogen biar dingin dan berasap gitu, terus hits es cokelat dengan berbagai variasi. Pokoknya macam-macam sih. Tapi yang nggak bakal kelewatan, biasanya selalu ada mochi, cakwe, BACANG (selalu yah), nasi campur, dan.. banyak deh. Kalau penasaran ada jajanan apa aja, mampir ke sana aja yah. Mumpung belum tanggal 2 Maret. Aku nda hapal..

Hal menarik lain setiap tahun baru Imlek adalah... patung lucu sesuai karakter shio! Tahun ini? PATUNG ANJING! Lucu banget sih. Menggemaskan! Itu salah satu yang bikin seneng lewat Malioboro. Ada patung shio lucu yang tiap tahun berganti. Nyihihi~

see? Ramai banget kan


wayang

Patung Anjing
 Setelah beli bacang dan makan bacangnya, nggak lupa beliin bacang buat orang rumah yang juga pada kangen makan bacang. Pagi ini dihangatkan untuk sarapan. Sedap banget. Yaampun jadi lapar lagi deh.

BACANG!


oh ya. Ada juga stand mainan dan aksesoris. Terus aku nemu gantungan kunci kuda nil, dan dengan sangat impulsifnya langsung beli. Hahahaha gemes kan?


24 Februari, 2018

KELANA 2005

KELANA adalah akronim dari kegiatan bernama KonsErvasi dan petuaLAngaN untuk Anak.
(Cerita ini cerita versi lebih lengkap dan lebih panjang dibandingkan cerita yang aku post di tumblr~)

10 years old me.
2005 bisa dibilang sebagai tahun yang penuh petualangan (”sendirian”) di alam. Sendirian di sini maksudnya nggak sama ayah, ibu, apalagi kakak. Walau sebenarnya masih ditemani orang dewasa sih.



Masa kecilku kalau liburan kebanyakan di kebon dan berkemah di kaki gunung halimun bareng keluarga atau sekadar pasang tenda di halaman rumah nenek. Beberapa kali izin nggak sekolah karena diajak ayah ke pantai atau gunung untu berkemah. Aku dan kakak agak takut sih bolos, tapi kaya ayah “ini nggak bolos. Ini belajar di alam bebas.” Memang sih udah nulis surat izin juga. Hahaha. Tapi, beneran deh. Belajar di luar kelas itu juga penting. Bertemu orang baru, pemikiran beda, suasana beda. Penting. Banget. Banget. Banget.
Jalan-jalannya selalu ada-ada aja dan menyenangkan. Lihat penangkaran penyu dan melepas tukik, coba jadi nakhoda kapal Phinisi Nusantara saat ada kesempatan ke pulau seribu, guling-guling di perbukitan di Ciapus bareng Poly (anjing teman ayah yang mati karena diracun orang), metikin daun poh-pohan langsung dari hutannya di Ciapus, mandi di sungai berbatu besar yang sangat bagus walau Poly nggak berani ikut, sok-sokan jadi Sherina di Boscha sambil jenguk ibu yang lagi kuliah di Bandung, dan beberapa kali ke taman nasional Gede-Pangrango sampai pada akhirnya mendaki gunung Gede di tahun 2005.
Tahun 2005 sangat berbeda karena untuk pertama kalinya ke gunung tanpa keluarga. Hanya dengan teman-teman ayah yang kebanyakan pecinta alam. Nama programnya KELANA, Konservasi dan Petualangan untuk Anak. Yel-yelnya saat itu yang paling aku ingat adalah “Salam aiir, Byur byur!” 
KELANA juga punya lagu, tapi lirik yang paling kuhapal hanya
wata watu wati ay ay ay watawa watu watitu ay ay ay
lindungi hewan-hewan di sana, pohon pohon dan berbagai tumbuhan
tidak mencemari airnya, itulah tujuan dalam KELANA
KELANA punya empat rangkaian acara saat itu. Acara pertama, tanggal 26 Juni 2005, pembekalan dan outbond kecil gitu. Seru sih. Anak-anak yang seumuran bahkan ada adik kecil juga ikutan. Semuanya dengan kakak pendamping, nggak sama orang tua. Di situ tapi bapakku ikut jadi kakak pendamping. Manggil ayah sendiri dengan sebutan “Kak” asyik juga loh ngomong-ngomong. Hahahahh! Ayah (seingetku) cuma ikut di acara pembekalan aja. Jadi nggak nemenin di dalam acara dan membimbing adik-adik yang penasaran dengan kegiatan konservasi air dan alam itu. Hehehehe
Acara kedua ‘Konservasi Air’ tanggal 28 Juni 2005. Kami berkumpul di Pintu Air Manggarai untuk naik perahu karet di sungai Ciliwung di Jakarta, ngumpulin sampah penuh belatung yang banyak orang buang ke sungai. Belajar menyayangi air dari kecil juga penting, buat nggak ngebiasain buang sampah sembarangan dan juga buang sampah ke air (apalagi buang kasur ke sungai Ciliwung...). Saat itu padahal sampahnya belum sebanyak sekarang, tapi bau busuknya astaga. Saat itu aku tapi biasa aja ambil sampahnya. Nggak takut belatung atau cacing. Sekarang kenapa ya…
Setelah mengarungi sungai itu, kami ke pabrik penjernihan air bernama Palyja. Di sana ada penyaringan air gitu. Keren banget sih bisa lihat dari air keruh jadi air jernih. 
Acara ketiga, Konservasi Alam, 6-10 Juli 2005. Konservasi Alam ini juga seru banget sih. Mendaki gunung Gede bersama-sama setelah menonton video konservasi di taman nasionalnya. Melewati air terjun yang airnya agak panas. Berteduh karena hujan. Makan superbubur dan mengumpulkan sampah-sampah di sepanjang pendakian. Mencium bau kentut di puncak, yang ternyata adalah bau belerang. Turun ke alun-alun Suryakencana sambil perosotan di tanah karena jalannya yang empuk dan enak buat seluncuran. Sampai di alun-alun Suryakencana nggak langsung istirahat tapi lari-larian kayak anak kecil kebanyakan gula, atau kayak anjing yang udah lama di kandang terus dilepas ke alam bebas. Maklum, baru pertama kali lihat bunga edelweiss secara langsung. Aku tertib, kok. Nggak metik bunga itu. Kasihan... Berhubung suka banget sama film The Sound of Music, sambil lari-lari aku nyanyi lagu Edelweiss. Salah satu momen terbahagia yang nggak bisa dilupakan seumur hidup! Setelah itu tidur di alun-alun Suryakencana yang banyak edelweiss-nya, tidurnya diselimutin jutaan bintang yang nggak kehalang lampu-lampu kota, ngerasain dinginnya sampai-sampai dobel sleeping bag dan mencoba jadi kepompong biar hangat.
Di acara ketiga itu, aku sekelompok dengan Kak Fildza dan Akmal, didampingi oleh Kak Lana dan Kak Helse. Idola banget deh mereka. Kami saling bantu dan kompak banget saat itu. Sayangnya aku sudah nggak punya kontak mereka lagi. Ah ya.. mungkin sudah pada lupa...
Pulang dari pendakian, kami turun melalui desa-desa gitu. agak gerimis sih. Tapi senang. Sepanjang jalan kami ngobrol. Slayerku penuh dengan tanda tangan seluruh peserta KELANA. Sayangnya slayer itu hilang... Sedih banget. Mana belum sempat aku foto..
Acara keempat adalah “Kampanye Konservasi-Celoteh Anak Peduli Alam” yang diselenggarakan di Pasar Festival Jakarta tanggal 31 Juli 2005. Di sana pertama kalinya ku nonton NAIF gratisan. Nyihihihi. Acaranya ada pameran gambar yang kami buat tentang alam dan air, dongeng, baca puisi, berbagi cerita, talkshow juga.... tapi yang kuingat penampilan dongeng dan NAIF aja. HAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAH dasar anak-anak. Kayaknya dulu aku ikutan tampil sesuatu.. tapi lupa apa. Hahahahha. Pikun :(

Dan ini adalah foto-foto kegiatan di acara ketiga yang aku ambil dari album foto teman ayah di facebook.

sebelum berangkat

indomie nikmat dalam perjalanan mendaki pertama tanpa keluarga
Akmal- Nunil


bersama-sama di Alun-alun Surya Kencana

ada permainan juga loh di alun-alun Suryakencananya. Aku yang berbaju biru dengan slayer hijau di pinggang, di sebelah Kak Helse yang pakai kupluk dan Fildza yang berjaket merah.

Teman sekelompok




bisa temukan aku? hahaha. si kupluk memegang gelas!


(belakang-depan)
Nunil-Akmal-Amza

Kak Lana dan Nunil, Kak Helse dan Filza, Kak..... dan Dania


menggambar bersama Fildza, Kak Helse, Akmal
Meski suka banget lari-larian dan mendaki dan kegiatan alam lainnya, ayah nggak ngebolehin aku ikut pecinta alam kalau nggak dengan teman-teman ayah. Jadi... itulah sebabnya saat SD ikutan ekskulnya renang dan KIR, SMP juga KIR dan Peer Counselor, dan SMA.... CAPOEIRA! hahahah setidaknya agak mending ketika SMA dan SD, ada olahraganya. Hahahahah

08 Februari, 2018

Pasar Kangen Yogyakarta 2017

*super late post*


Pertengahan tahun lalu, aku dan Mas Dheo ke Pasar Kangen Yogyakarta 2017! Di sana ada berbagai jajanan masa kecil (yang sebagian besar belum aku tahu) yang enak-enak.

Ada es serut yang dipadatkan dengan cetakan, dikasih stik es krim, dan dituang sirup tiga rasa! Segar juga!
Es dengan sirup tiga rasa
Ada juga lempeng juruh. Ini pertama kalinya aku makan lempeng juruh. Ini adalah lempeng dengan saus gula jawa plus jahe dan sereh. Enak banget! Hanya 3000 rupiah! Sampai bolak balik beli lempeng juruhnya. Wiiiihh. 
Lempeng Juruh

ini stand-stand jualannya. Saat itu matahari terik banget!

gulali!
 Tiba-tiba menemukan jajanan yang bahkan di Bogor sudah jarang, yaitu rujak bèbèk.  Rujaknya enak banget, meski rada keasinan dan nggak pakai lobi-lobi. But still, ini cukup mengobati rindu..
rujak bèbèk khas Jawa Barat (?)
Ada tempe benguk seporsi 5000 rupiah tapi bisa pesan hanya 2500 rupiah (bagi yang nggak yakin sama rasanya,dan ternyata bikin nagih!)

suka banget sama gambarnya

tempe benguk
 dan all time favorite adalah sate kere! Tapi nggak bisa makan sate ini banyak-banyak dan ketika sudah dingin. Rasanya bakal beda! Hihihi. Ini dari gajih. Buat yang nggak suka gajih, mending jangan makan. Buat yang suka gajih, kalau makan jangan kebanyakan, ya! Nggak terlalu sehat, kan...

sate kere/ sate cethak dari gajih sapi (?)


-Nunil-

Air Terjun bareng Luge, Nona, Mas Matthew, Mas Anto, dan Aaron

 Tahun lalu, kebetulan mendapat teman dari Singapore bernama Mas Matthew. Dia sudah cukup lancar berbahasa Indonesia. Tapi.. dia lebih jago bahasa Korea sampai kukira dia sudah lama tinggal di Korea. Logatnya pun.... hahahaha. Mungkin karena pacarnya juga orang Korea yaa..

Ada trip lagi dengan Mas Matthew bareng Mas Anto, Aaron (anak Mas Anto), Luge, Nona ke sebuah air terjun (yang sekarang aku lupa nama air terjun itu). Sebelum ke air terjun, kami ke museum Pak Harto sebentar. Setelah itu makan soto! Hihihi
Air terjun namanya apa ya... huhuhu.. Mungkin karena kami ke sana dekat musim kemarau jadi airnya nggak terlalu banyak. Tapi senangnya adalah di bawah ada danau kecil untuk berenang. Aku dan Luge nggak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk basah-basahan! Sayangnya waktu itu lupa bawa baju ganti. Hahahahhahah!



 

Kalibiru dan Kedung Pedut #TripwithKNB

Sekitar dua tahun lalu (eh? Selama itu kah ini ada di draft saya?) saya mendapat teman dari Tanzania bernama Andeshi melalui program KNB. Di sana ada juga Mbak Mei dari Thailand, Mas Ati dari Timor Leste, dan beberapa teman lain dari berbagai negara. Suatu hari ada acara jalan-jalan dengan mereka ke wisata Kali Biru dan air terjun Kedung Pedut.

Ini pertama kalinya naik Jeep bukan dengan keluarga! Hahahaha
Seneng banget sih bisa trip gratis dengan teman-teman dari program KNB juga Mas Riyan dan Mbak Sheila.

Naik Jeep







di Kedung Pedut

Ketika pulang, kami juga coba makan buah cokelat. Ada yang bawa gitu mbah-mbah. Waah... pertama kalinya coba buahnya.


11 Januari, 2018

Dalam Dua Minggu #8 Amel, Selly, Susi, dan Kebun Raya Bogor

Sabtu, 25 November 2017 lalu aku janjian dengan sahabat sejak SMP, Amel, Selly, Susi.
Kami sekelas dari semester pertama di kelas tujuh. 10 tahun lalu. Hahaha Ngerasa sangat tua sekarang.
Dulu, kelas 7G kelas di aula karena bangunan baru sekolah belum jadi. Kelas itu pindah-pindah dengan sangat nggak nyaman. Sepertinya baru semester 2 kelasnya membahagiakan. Tetap, gitu. :))
kelas 8, aku dan amel sekelas di kelas 8B, Selly dan Susi di kelas lain.
kelas 9? Kami mencar semua.
Kami masih ke kantin bareng dan ngobrol-ngobrol bareng. Setelah SMA memang jarang ketemuan sih... Kami nggak ada yang satu sekolah juga..
Tapiii kemarin kami sempatkan ketemuan di Kebun Raya Bogor!
Kenapa Kebun Raya?
Soalnya..... biar bisa piknik dan lebih banyak ngobrol! Hihihi
karena.... bertemu teman lama itu memang enaknya ngobrol dan cerita-cerita, kan?

Beberapa waktu lalu mereka ke Taman Safari, dan aku di Yogya. Pengen banget ikutan... tapi ya.. Jogja-Bogor nggak sedekat itu, kan.


Hal yang bikin sedih adalah.. aku nggak bawa makanan sama sekali. cuma 1 cemilan dan itu ngga kemakan.
Selly masak sayur dan oncom goreng, Susi bawa gado-gado, dan Amel bawa rendang.
Sedih kenapa nggak kepikiran bawa makanan berat padahal di siang-siang yang terik dan pasti lapar. Untunglah porsi yang mereka bawa banyak :" Makasih bangeett teman-teman.

Setelah dari KRB, kami antar Selly ke pasar sebentar untuk belanja cabai. Gemas sekalii hahaha.
Ah ya. Setelah sekian lama, akhirnya kami photobox lagi. Berhubung tempat fotoboks dan foto studio dekat rumah nenek sudah bangkrut, kami ke BTM. Ada tempat fotoboks kecil di sana. Karena udah lama nggak fotoboks, berasanya sempit banget. Atau.... memang kami semua gendutan, ya?
Hihihihi


difotoin sama turis juga di sana :))


PIKNIK

Love :D

ini hasil fotoboksnyaa. 2 karena biar patungannya enak dan fotonya lumayan banyak. hihihi


See you next time, love!!

27 Desember, 2017

Dalam Dua Minggu #2 Novia, Semau6ue, Lumpia Basah

 20 November 2017, aku dan Novia janjian buat ketemuan di Botani Square. Setelah sekian lama nggak ke Botani Square, muterin Botani Square, kemudian bosan, akhirnya ke SMA. :))
Sebelum ke SMA, kami ke SMP dekat situ untuk beli LUMPIA BASAH. Iya. Aku ke Bogor buat beli makanan yang nggak ada di Jogja. :))
Dulu kayaknya sering banget makan lumpia basah sampai nggak menghargai betapa enak dan nikmatnya makanan itu. Di depan SMP dulu setiap hari ada yang jual. Dekat SMA juga banyak yang jual. Setelah lama nggak ke Bogor, selain es doger, ku sangat ingin lumpia basahnya! Hahahaha

Lumpia Basah dekat SMP 5 Bogor
 sampai di SMA ragu buat masuk. Akhirnya masuk cuma ke kantin. Untunglah kantinnya posisinya masih di depan dekat pintu keluar. Jadi nggak ngerasa ngeganggu sekolahnya banget lah. Senangnya adalah... Mas Abdul, penjual es teh langgananku, masih hapal.
Jaman SMA, tiap datang ke sekolah selalu mampir ke Mas Abdul untuk beli teh tawar hangat, dan mampir ke Bu Soto Mie (aku lupa namanya..) untuk beli sate ati untuk Jimmy, kucing yang sangat bersahabat di SMA. Kucing itu kalau pelajaran suka duduk di pangkuanku dan guru-guru pun nggak marah. Menyenangkan sekali kan, belajarnya? Hahaha.

difotoin Novia. Senang banget!

Nunil (rambut lepek) dan Novia
Kami akhirnya pindah tempat untuk makan dan mengobrol banyak hal.
Oh ya! Akhir bulan November, tepatnya 30 November, Novia ulang tahun! Tadinya aku mau beli buku. Ternyata di Lippo Mall Ekalokasari itu udah nggak ada gramedia. Padahal dulu tiap ke Elos pasti ke gramedianya..... (...... terus sedih....)

akhirnya Novia dapatnya bukan buku...

Novia sampai antar aku lagi ke daerah tengah dekat tugu karena jarakku jauh dan aku nggak bawa motor. Katanya, biar naik ojek onlinenya murah. Makasih banget Novia!
Seharian yang sebenarnya hanya beberapa jam itu terasa sangat singkat ya. Semoga ada waktu untuk bertemu lagi di lain kesempatan!
Oh ya, Happy Belated Birthday, Novia!

21 September, 2017

A year ago, Waduk Pacal


Setahun lalu, main ke Waduk Pacal, di daerah selatan Bojonegoro, bareng sama Ayus, Fitri, dan Dwi. Sebelumnya sempet ke sana siang-siang pas sedang butuh refreshing bareng Dwi. Semacam kabur dari kepenatan. Hahahhaa. Beberapa waktu berikutnya ke sana lagi bareng Ayus dan Fitri juga, lebih seru! Apalagi dibonceng Fitri. Ahahahayyy


Pertama kalinya naik perahu di waduk di Jawa Timur. Yaa.. ke Jawa Timur aja baru ke Bojonegoro, karena KKN. Hahahaha. Apalagi saat itu waduknya sepi. Entah karena weekday, atau memang waduk itu selalu sepi..

Pas awal, cuma foto-foto di pinggir waduknya, dan sempat turun tangga ke bawah untuk foto-foto yang backgroundnya tanggul waduknya itu. 
Saat itu matahari lagi terik-teriknya, panas. Tapi... tetap bagus pemandangannya. Malah enak buat foto-foto kalau cerah. 

setelah berpuluh-puluh kali percobaan lompat

sayang muka ga ada yang bagus padahal backgroundnya udah bagus.


difotoin Fitri. Dia fotografer sih jadi hasilnya bagus.
Sayangnya, ketika aku yang fotoin dia, hasilnya ga sebagus itu.
Maaf ya, Fitri. Aku gak bisa motret
Di antara kami berempat, cuma aku yang gak bisa motret 

Nunil-Dwi-Ayus-Fitri

aslinya ini sangat favorit sih.
Perjalanan pulangnya nemu kebun kacang yang sedang berbunga dan sangat bagus. Sangat segar! Akhirnya minta difotoin di sana.

ini pun setelah berkali-kali foto. Paling mending foto yang ini. 


Mereka bertiga udah pada wisuda. Semoga aku segera nyusul! Semangat!