"Dia menjadi penulis karena faktor keberuntungan"Terlintas sebuah kalimat yang sempat diutarakan oleh seseorang.
Penulis dan keberuntungan.
Hanya ingin menyatakan pendapat saya mengenai hal tersebut.
Menurut saya menulis itu sulit. Untuk membuat sebuah artikel atau sebuah cerpen pun tak mudah. Butuh pemikiran dan imajinasi serta kemampuan merangkai kata sehingga dapat disampaikan sesuai dengan apa yang dimaksud. Membuat suatu novel dapat dibilang lebih sulit dibanding sebuah artikel dan cerpen. Novel yang beratus halaman itu tidak jadi dalam waktu singkat, bukan? Ada kalanya ide mandet ditengah jalan. Ada kalanya sulit menuangkan ide dan mengubahnya menjadi suatu tulisan. Butuh usaha dan niat yang kuat untuk membuat novel dan hal semacam itu.
Masih bisa disebut keberuntungan, kah?
Kalau ia tidak mau berusaha, apakah novelnya akan jadi dan diterbitkan?
Kalau ia tidak mau berlatih dalam memperbaiki tulisan, apakah novel itu akan ada?
Kalau ia tidak mau sabar dalam proses kreatif, apakah novel itu akan selesai ditulis?
Faktor keberuntungan yang kamu maksud mungkin karena sang penulis beruntung novelnya laku? Begitu?
Kalau idenya menarik, penyampaiannya pun unik dan seru, bukankah itu hal wajar kalau novel tersebut menjadi best seller?
Hal tersebut bukan sesuatu yang instan, kan?
Ah sudah. Lupakan saja pendapat saya. Abaikan saja pendapat saya, seperti yang selama ini kalian lakukan ;)
with love,
Dyah Prajnyandari

































