Laman

11 November, 2014

Tulus

Mempertanyakan ketulusan. Lelah, memang. Menerka-nerka tanpa hasil yang pasti. Mencari fakta tanpa bukti-bukti bukankah sama saja bukan fakta? Beberapa perbincangan pun sampai pada kata 'ketulusan'. Cerita ini bukan tentang kekasih, atau yang terkasih. Cerita ini tentang pertanyaan yang belum terjawab. Akan selalu kutanyakan, walau entah kapan mendapat jawaban. Berharap akan tulusnya dirimu, seperti dia, gadis polos yang menghangatkan. Dia, tanpa banyak bicara, menyadarkanku akan ketulusannya dan kebodohan diriku.
Sibuk menelantarkan diri sendiri, hingga tak tahu akan menjadi apa.
Sibuk menenggelamkan diri dalam pikiran memuakkan, hingga entah akan bagaimana.
Terlalu banyak kata 'tulus' hingga muak mendengarnya.
Apakah benar keberadaan sang 'tulus' pada dirimu? Atau akankah ada 'dia' dalam diriku untuk kamu, yang kupertanyakan sedari dulu?