Dari SMP ngebet banget kuliah di Jogja. entah di universitas apa, pokoknya di Jogja.
Alasannya? karena banyak rental komik yang murah dan lengkap. Jauh lebih murah daripada rental komik di Bogor.
se-sepele itu.
Giliran udah keterima malah ga pernah sama sekali ngerental komik. Malah wisata kuliner murah pinggir jalan dan bermain ke Poyeng, belajar ngerajut.
Beberapa waktu lalu sempet berniat kalau udah beres proposal buat skripsinya buat minta rekomendasi dosbing, harus kasih hadiah ke diri sendiri dengan meluluskan mimpi jaman SMP, pinjem komik di rental komik di Jogja.
dan beberapa bulan lalu berhasil pinjam 12 komik seri Kirarin Revolution plus 2 bonus berjudul But, She is a Contrary Girl dan Idol Master. Iya ga pinjem shonen akuh. :)) entar deh kalo ada waktu lagi.. mungkin kalo udah pendadaran atau seminar, mau pinjem lagi ya. Buat memotivasi gitu :))
Yaa... gapapa kan motivasi orang beda-beda~~
seenggaknya niat aku pas SMP kesampean ya~ hahahaha
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
16 Mei, 2017
23 April, 2017
Sembilan Tahun!
Selamat Sembilan Tahun, blog ini!
di tengah kerja keras, mata panas, ternyata baru menyadari bahwa tanggal 8 April yang lalu genap sudah sembilan tahun akun ini dibuat. Blog ini diisi dengan rajin di beberapa tahun awal. Tapi tentu saja nggak mau berhenti nulis di blog ini.
Aplikasi di ponsel yang kurang praktis memang bikin agak mager karena kadang laptopan dan udah mau nulis tapi internetnya nggak ada.. (eh malah curhat)
Sembilan tahun yang sangat banyak cerita, ya.
with love,
Dyah Prajnyandari
di tengah kerja keras, mata panas, ternyata baru menyadari bahwa tanggal 8 April yang lalu genap sudah sembilan tahun akun ini dibuat. Blog ini diisi dengan rajin di beberapa tahun awal. Tapi tentu saja nggak mau berhenti nulis di blog ini.
Aplikasi di ponsel yang kurang praktis memang bikin agak mager karena kadang laptopan dan udah mau nulis tapi internetnya nggak ada.. (eh malah curhat)
Sembilan tahun yang sangat banyak cerita, ya.
with love,
Dyah Prajnyandari
09 Maret, 2015
Knitting a Hat (or.. Kupluk?)
Dulu aku sempet cerita aku mulai belajar knitting di Poyeng (ceritanya di sini). Mulai dengan bikin syal.. Emang sih terakhir kali ke Poyeng cuma buat beli benang aja dulu... Semester lalu.. Buat mengisi waktu luang liburan. Hahaha... Walau pada akhirnya nggak ada satu proyek yang jadi dan malah sibuk main sama temen-temen. Akhirnya Sabtu lalu aku berkesempatan ke Poyeng lagi. Itu juga karena diajakin Mbak Yono. Kalau engga diajak, mungkin ga tau lagi ke sana kapan. Hahaha.. Sepertinya dalam waktu dekat akan ke Poyeng lagi untuk minta tolong menyelesaikan topi XD Aku ke sana sama Mbak Yono dan Mbak Totoy. Sekalian Mbak Yono belajar rajut, aku juga belajar lho! Aku minta ajarin bikin topi (atau....kupluk(?)) dengan teknik knitting. Seneng soalnya terlihat ribet dengan 4 jarum (walau sebenarnya sama aja karena dasarnya pun 2 jarum). Hal yang bikin agak ribet adalah pas awal karena aku nggak biasa rajutnya pake pola knit purl knit purl gitu. Seru ya ternyata. Ketagihan XD
Di sana aku juga nemu benang yang warnanya ngegemesin.. bikin pengen beli banyak benang saat itu. Berhubung lihat keadaan dompet ga memuaskan, ya mau nggak mau cuma beli benang untuk rajut topi dan breiennya saja.
![]() |
| ini.. warna biru agak abu dan ada semburat putih. Lucu ya? |
![]() |
| benang biru dongker ini.. menggemaskan |
![]() |
| Ini proyek yang sedang saya kerjakan.. Doakan semoga cepat selesai, ya? |
Nggak sabar banget lihat kupluk ini selesai. Jadinya kayak apa ya? Semoga rapi!
Happy knitting!
08 November, 2013
Merajut! Knit & Crochet
Heyho! Tahu nggak hobi saya? Yah emang banyak banget sih.. salah satunya merajut :D
Sayangnya selama ini saya hanya bisa merajut dengan teknik crocheting. Saya mempelajarinya saat duduk di kelas 1 SMA bersama guru seni saya, Bu Diana. Pelajaran seni kelas 1 SMA itu yang paling menarik menurut saya. Bagi perempuan ada pelajaran menjahit, memasak, merajut, juga mempelajari teknik mencelup kaos di cat yang untuk kaos. Menyenangkan :D Dari semuanya, saya paling suka saat diajari merajut. Awal mula belajarnya memang susah, namun karena saya suka, saya amat sangat tertarik dan bersemangat untuk berusaha agar bisa lancar merajut. Saya bangga karena saya mengumpulkan hasil rajutan saya sendiri, karena beberapa ada yang menggoda saya untuk membeli rajutan yang sudah jadi. :)
Lebih disayangkan, saya hanya mengerti satu pola. Saya paling susah kalau disuruh belajar otodidak melalui buku panduan. Bingung :( Biarpun begitu, saya tetap merajut walau hanya mengerti cara membuat syal dan kupluk (sejenis topi). Selagi ada waktu senggang di dunia perkuliahan, saya membeli benang rajut dan hakpen. Hakpen itu nama jarum rajut untuk merajut dengan teknik crocheting, teknik yang saya kuasai sejak SMA. Saya pun iseng merajut syal dan nggak peduli saya bikin untuk apa. Pokoknya saya bikin aja. Kangen rajut merajut sih XD
Salah satu teman saya yang bernama Astri, melihat saya merajut. Ia lalu bercerita bahwa ia juga suka merajut dan baru belajar merajut dengan teknik knitting, yang jarumnya ada dua itu lho. Jarumnya kalau dalam bahasa Inggris disebut breien.
Mau tau bedanya crocheting dan knitting?
menurut blog yang saya baca ( http://belajarcaramerajut.com/perbedaan-merajut-crochet-dan-knitting.html )
Crochet dalam bahasa Indonesia berarti merenda. Crochet adalah kegiatan yang berhubungan dengan merangkaikan benang menggunakan alat yang disebut hakpen atau hook. Ujung benda tersebut melengkung dan berfungsi untuk merangkaikan benang. Crocheting hanya menggunakan satu hakpen. Hasil dari merenda ini lebih padat dan kaku benangnya karena satu tusukan saat merenda lebih banyak benang yang terkait.
Sayangnya selama ini saya hanya bisa merajut dengan teknik crocheting. Saya mempelajarinya saat duduk di kelas 1 SMA bersama guru seni saya, Bu Diana. Pelajaran seni kelas 1 SMA itu yang paling menarik menurut saya. Bagi perempuan ada pelajaran menjahit, memasak, merajut, juga mempelajari teknik mencelup kaos di cat yang untuk kaos. Menyenangkan :D Dari semuanya, saya paling suka saat diajari merajut. Awal mula belajarnya memang susah, namun karena saya suka, saya amat sangat tertarik dan bersemangat untuk berusaha agar bisa lancar merajut. Saya bangga karena saya mengumpulkan hasil rajutan saya sendiri, karena beberapa ada yang menggoda saya untuk membeli rajutan yang sudah jadi. :)
Lebih disayangkan, saya hanya mengerti satu pola. Saya paling susah kalau disuruh belajar otodidak melalui buku panduan. Bingung :( Biarpun begitu, saya tetap merajut walau hanya mengerti cara membuat syal dan kupluk (sejenis topi). Selagi ada waktu senggang di dunia perkuliahan, saya membeli benang rajut dan hakpen. Hakpen itu nama jarum rajut untuk merajut dengan teknik crocheting, teknik yang saya kuasai sejak SMA. Saya pun iseng merajut syal dan nggak peduli saya bikin untuk apa. Pokoknya saya bikin aja. Kangen rajut merajut sih XD
Salah satu teman saya yang bernama Astri, melihat saya merajut. Ia lalu bercerita bahwa ia juga suka merajut dan baru belajar merajut dengan teknik knitting, yang jarumnya ada dua itu lho. Jarumnya kalau dalam bahasa Inggris disebut breien.
Mau tau bedanya crocheting dan knitting?
menurut blog yang saya baca ( http://belajarcaramerajut.com/perbedaan-merajut-crochet-dan-knitting.html )
Crochet dalam bahasa Indonesia berarti merenda. Crochet adalah kegiatan yang berhubungan dengan merangkaikan benang menggunakan alat yang disebut hakpen atau hook. Ujung benda tersebut melengkung dan berfungsi untuk merangkaikan benang. Crocheting hanya menggunakan satu hakpen. Hasil dari merenda ini lebih padat dan kaku benangnya karena satu tusukan saat merenda lebih banyak benang yang terkait.
![]() |
| ini contoh hasil crocheting, syal untuk Syenit. |
Knitting adalah kegiatan merajut yang menggunakan dua buah jarum yang berbentuk lurus dan tajam untuk mengkaitkan benangnya. Jarum rajut tersebut dinamakan breien. Saat merajut, kedua tangan memegang jarum rajut untuk mengaitkan benang. Karena jarum yang dipakai lurus dan tajam maka jalinan benang yang dihasilkan akan lebih lembut dan lentur.
| ini contoh benang katun dan breien-nya. |
| Rencana ingin membuat syal, masih dalam proses awal. |
| Sebelah kiri adalah hakpen, sebelah kanan adalah breien. warna merah terang itu hasil crochet, warna merah marun yang mendekati cokelat itu masih dalam proses knitting. |
Oh iya, saya sempat bilang kan kalau saya susah otodidak?
Nah mau tau nggak saya belajar knitting darimana?
Kemarin sore, Astri ngajak saya ke sebuah toko di daerah Monjali, tepatnya di Jl. Palagan Tentara Pelajar 132 Sleman, Yogyakarta 55581. Nama tempat itu adalah Poyeng Knit Shop. Tokonya menyenangkan. Ada Mbak Ria yang jaga toko itu, sekaligus yang pertama kali mengajari saya merajut dengan teknik knit. Saya menggunakan breien ukuran 4 mm dan benang katun warna merah marun. Dengan sabar Mbak Ria mengajari saya membuat cast on, atau bagaimana cara memulai merajut, sebelum membentuk pola. Menyenangkan sekali! Nongkrong sekaligus belajar merajut disana.. mempelajari buku teknik merajut yang ada disana (walaupun saya nggak ngerti dan susah mengikuti cara merajut lewat buku panduan :" huhu). Disana nggak hanya bisa beli benang rajut dan breien atau hakpen, tetapi juga bisa membeli buku panduan merajut, membeli beraneka kancing, dan berbagai macam benda yang berhubungan dengan merajut. Kalau mau belajar merajut pun dengan senang hati Mbak Ria dan kawan-kawan mau mengajari dengan sabar. Ada minuman dan cemilan juga yang dijual disana sebagai teman belajar merajut. Pokoknya, nyaman sekali berada disana :D
Duh, jadi nggak sabar melanjutkan rajutan :D
Terima kasih banyak ya Mbak Ria atas ilmu merajutnya :D
Terima kasih banyak juga buat Astri yang udah membawa saya ke tempat yang amat menyenangkan :D
Terima kasih banyak juga buat Astri yang udah membawa saya ke tempat yang amat menyenangkan :D
with love,
Dyah Prajnyandari
p.s. sayang saya nggak punya foto suasana tokonya, berhubung hape saya mati saat ke toko itu :(
Langganan:
Postingan (Atom)




