Gue dapet tempat KKN di Bojonegoro. Awalnya tim gue pengen banget ke luar pulau yang jauh dari pantai. Kenapa? Ada beberapa yang alergi seafood! (termasuk gue haha). Kami memilih untuk KKN di desa Kalampangan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tapi.. karena satu dan lain hal, kami akhirnya KKN di kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur. Nggak jadi di luar pulau. Sedih banget sih, tapi nikmati saja, kan?
Kami menempati tiga desa yang berbeda. Jadi, dari satu kelompok besar kemudian dibagi jadi tiga kelompok kecil untuk tiga desa yang berbeda. Saya kebagian di desa Ngunut, dekat dengan sumber mata air yang cukup terkenal di daerah Bojonegoro, Sumberan. Airnya benar-benar mengalir dari dalam tanah di bawah pohon besar!
Sampai di Bojonegoro, kami nggak langsung ke desa masing-masing karena hari sudah sore. Kami menginap di pondokan di desa Dander. Pondokan terbesar di antara yang lainnya. Besoknya, kami pindahan untuk ke pondokan di desa masing-masing. Seru, sih. Melewati jalan yang panjang banget dengan kanan kirinya sawah. Kalau sore-sore, harus naik motor dengan kacamata atau helm tertutup! Beberapa kali kami bandel naik motor nggak pake kacamata atau nggak nutup kaca helm, mata kami kemasukan serangga. Pedih banget.
Program kami ya program yang biasa-biasa saja. Penyuluhan, mengisi materi di SD dan SMP, membangun perpustakaan, ikut lomba takbir, jalan sehat, ikut membantu mengajar di TPA, ikut pengajian ibu-ibu tiap malam minggu, senam tiap minggu pagi, dan ada bimbel juga setiap hari di pondokan. Seru sih. Ketemu banyak orang baru, adik-adik SD yang lucu, ibu-ibu pengajian yang ramah dan baik sekali, bapak-bapak kepala dusun yang baik juga. Kami beberapa kali dapat hasil kebun dan sawah dari bapak-ibu yang baik-baik.
Beruntungnya di desa Ngunut adalah kami mendapat ibu pondokan yang sangat luar biasa baik dengan masakan yang luar biasa enak, terutama sambal jeruk yang segar banget! Duh, nulis ini aja udah kangen makan di Bu Sih lagi..
Cucu dari ibu pondokan, Lian, pun ngegemesin banget. Sepupu dari cucunya juga sangat lucu. Namanya Cilo. Mereka paling suka nonton Reog dan punya properti sendiri untuk bermain Reog di rumah.
Senang banget juga gue, Satria, Dwi, dan Ayus berkesempatan buat main-main di sawah pagi-pagi. Awalnya kami hanya ingin jalan pagi, sudah ajak teman-teman yang lain tapi yang lain nggak mau, akhirnya jalan berempat. Eh, ditawarin nyoba nanam padi. Siapa yang bakal nolak? Ayus nggak ikutan sih karena dia bawa kamera.
Sempet juga cari-cari spot foto bagus pagi-pagi untuk refreshing. Hahaha. Foto-foto di saat jenuh emang refreshing banget sih~
Dua bulan yang kami kira akan terasa sangat lama menjadi terasa cukup menyenangkan. Salah paham dan banyak moodswing dan banyak pop mie tengah malam sudah biasa. Apa pun itu, tetap menyenangkan!
Sedih sih, berpisah. Apalagi sama Lian, cucunya ibu pondokan.
Tapi.... senang juga udah balik ke Jogja. Sayangnya di jogja tiap weekend nggak bisa berenang di sungai super jernih sih.. hahahaha...
Setelah KKN memang ada kumpul-kumpul lagi, sayangnya selalu bentrok dengan deadline dan janji yang udah lama dibuat. Duh :(
Semoga lain kali bisa ikut yah :")
| Hari pertama kami main di dekat hutan jati |
| coba-coba nandur, meski hanya bisa 2 baris karena kami terlalu lama.. |
| hasil foto-foto pagi-pagi. Katanya kayak iklan susu biar cepat tinggi. Hahaha Terima kasih Ayus untuk fotonya ;) |
| bantu angkat batu untuk bikin jembatan. Gue tiga kali bolak balik, loh bareng Jundi! |
![]() |
| Ngintir gratisan di Sumberan. Terima kasih banyak Pak Kasun udah boleh gratis :") Kami jadi nggak enak.. |
| foto ala-ala buku tahunan SMA banget. Sabar, Mas Aji. Kelompok kita ganjil, sih :( ki-ka: Wawan, Nunil, Satria, Jundi, Aji, Husni, Ayus, Rifqi, Fitri bawah: Ita, Dwi |
| Hampir full team tanpa Mas Aji, beliau lagi ngurus kepulangan kami dan lupa janjinya dengan kami :") Lihat Lian gak? Ituu yang gue gendong~ Hahaha.. di sampingnya ada ibunya dan Neneknya Lian, Bu Sih. |


