Hari pertama kami kasih arahan, apa yang mereka kasih sama kami??
Kami sudah meluangkan waktu demi mereka, apa yang mereka balas??
Kami sudah berusaha sopan, apa yang mereka katakan??
Kami sudah berusaha sabar, apa yang mereka lakukan??
Kami sudah menerangkan apa yang perlu, apa tanggapan mereka??
Kami sudah memberikan waktu untuk bertanya, mereka DIAM. BUNGKAM. Namun sewaktu saya berkeliling, MEREKA BERTANYA. Duh, kan sudah dibilang oleh kami bahwa, SESUDAH SELESAI KESEMPATAN BERTANYA, DILARANG BERTANYA KEMBALI.
Duh dek, kami sudah memberi kalian kesempatan, kenapa malah disia-siakan???
Perasaan waktu saya di MOS nggak begitu deh. Lagipula, mereka bisa seenaknya karena banyak sekali orang tua yang datang! Duh.... jadi kalau ada orang tua mereka bisa seenaknya apa??
Banyak lagi orang tua yang bertanya sama kami. Anak mereka padahal sudah diberitahukan apa yang harus dibawa, mengapa harus bertanya lagi? Apa tidak cukup kami beri kesempatan bertanya? Apa kalian bisu, sehingga mau bertanya saja harus minta tolong orang tua kalian?
Saat Poppy dan Putri menerangkan di depan kelas, apa ada yang memperhatikan mereka berdua? Anak yang di MOS malah santai mengobrol, atau melihat-lihat keadaan sekolah, atau bahkan menatap buku. Apa susahnya sih mendengarkan orang lain?? Cukup duduk manis, dan dengarkan, lalu pahami apa kata orang yang didepan. Kalau perlu, bertanya itu PENTING. Jangan didekati baru bertanya! Apa susahnya bertanya hal yang kita tidak mengerti?? Kalau rumus matematikanya kita tidak paham, apa kita akan bungkam terus? Lalu darimana kita belajar untuk jadi lebih baik kalau bukan lewat bertanya?
Duh.... memangnya susah ya menghargai orang yang sedang berbicara? Waktu guru menjelaskan pun saya selalu mendengarkan. Nggak seperti adik kelas yang manja itu. Bertanya saja pakai minta bantuan orang tua. Kapan mereka mau maju??
Hargailah orang yang didepan, dek! Nggak susah, kok!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar