cookieChoices = {}; Nunil: Dear You

Laman

16 Desember, 2011

Dear You

Buku yang berisi kutipan-kutipan romantis tentang cinta, rindu, dan segala macamnya ini gue pinjem dari Mahfira Azmi Maulani, setelah gue liat postingan dia yang ini .
Gue baca dan resapi setiap kata yang ada disitu... meski belum beres, tapi udah bikin gue.. jleb jleb jleb. hahaha gatau kenapa, rasanya sebagian besar kata di buku itu... terkesan nyindir munkin ya :|
dan setelah beberapa halaman gue baca.. gue baru menyadari kalo rasa pahit untuk membiasakan diri hidup tanpanya itu masih ada.

ada kata yang gue suka di halaman 50 nomer 27,
'Yang tersisa, mungkin hanya rindu yang mengulum waras logika. Ada padamu, kunanti sekaligus kubenci'

ada juga di halaman 65 nomer 66,
'Luka rindu ini mulai memanen kesakitan di setiap incinya' :|

di halaman 67 nomer 73,
'Karena kata hanya perantara, tak bisa seutuhnya. Biarkan rasa yang bicara dari kedalamannya, detik ini. Masih. Rindu ini, untukmu.'

di halaman 98 nomer 61,
'Dear you, Selamat Malam Kenangan.
Alih-alih melepaskan dan melupakan, apa daya, ingatan punya haknya sendiri. Bergeming dari tempatnya. Kala itu, waktu itu. Kala itu, masa itu. Manakala tanpamu, seperti tiada waktu dan tiada masa untuk mengeja bahagia. Mungkinkah kupetik mimpi dengan memulung kenangan? Aku percaya, masih ada seperempat malam untuk merengkuhnya.'

di halaman 140 nomer 11,
'Dear you, Di Titik Nol, Permisi.
Sejenak yang melelapkan. Lalu, barisan kenangan pahit menerbitkan kembali luka itu. Menciutkan hasrat tunas untuk bersemi. Kelopak bunga masih jauh dari mekar, bakan dalam ketakutannya layu teranggas terik matahari.
Cukup sampai disini. Adalah kita, tak ada -lagi.
Aku akan berdiri di jalanku. Mengundurkan diri sebagai tiang dan jembatan tanpa sebab, untukmu.
Dan seterusnya, tanpa izinmu aku akan berlari dan menari dalam gerimis pagi -sendiri. Permisi!'

dan masih banyak lagi.. :)
banyak kata romantis yang bikin gue.. waw.. bahasanya pun... keren :)
gue jadi pengen beli juga... gue mesti punya buku itu! haha :))

with love,
Dyah Prajnyandari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar