Laman

23 Juli, 2017

The Hamsties

Akhir-akhir ini, selain mengerjakan skripsi tentunya, saya disibukkan dengan mengurus hamster. Ini adalah peliharaan pertama saya yang (dengan agak terpaksa) diperbolehkan oleh orang tua saya. Nggak sibuk sih. Bahkan mereka bisa merefresh mood saya, seperti peliharaan pada umumnya. Mengurus hamster juga ternyata nggak sesulit yang saya bayangkan. Yaaaa asal tahu saja ukuran minimal kandang hamster, ukuran roda putar yang cocok, makanan yang boleh dan tidak boleh. Hahaha.

Hamster pun nggak segalak yang saya kira, yang katanya sering gigit. Memang awalnya sering gigit, belum kenal saya, tapi setelah kenal malah manjanya seperti peliharaannya Mas Dheo, Boston. Hihihi.

Beberapa waktu lalu, aku beliin cemilan yang buat anjing, tapi aku kasih buat hamster. Katanya sih aman-aman aja. Pas mereka cobain, ternyata mereka suka. sampai lahap gitu. Gemes banget. Apalagi pas gigit-gigit susu padat yang udah berbentuk tulang dan aman untuk binatang itu. Duuuh gemes banget.

ini Moony, lahap memakan cemilan

Ada Karli dan Bumpy, ayah dan ibu yang aku adopsi dari Jo dan Katha. Setelah dua hari diadopsi, Bumpy melahirkan 5 ekor anak. 1 anaknya mati karena lemah. 4 lainnya masih hidup, dua laki-laki, Prongs dan Piiko, dan dua perempuan, Padfoot dan Moony. 
Hamster terkecil di keluarga itu adalah Piiko. Awalnya sudah khawatir ia juga tidak bisa bertahan hidup seperti saudaranya yang mati. Untunglah dia masih bisa bertahan. Semoga mereka nyaman tinggal bersamaku. 
Sehat sehat ya, keluarga Hamsties

Tidak ada komentar:

Posting Komentar