cookieChoices = {}; Nunil

Laman

21 September, 2017

A year ago, Waduk Pacal


Setahun lalu, main ke Waduk Pacal, di daerah selatan Bojonegoro, bareng sama Ayus, Fitri, dan Dwi. Sebelumnya sempet ke sana siang-siang pas sedang butuh refreshing bareng Dwi. Semacam kabur dari kepenatan. Hahahhaa. Beberapa waktu berikutnya ke sana lagi bareng Ayus dan Fitri juga, lebih seru! Apalagi dibonceng Fitri. Ahahahayyy


Pertama kalinya naik perahu di waduk di Jawa Timur. Yaa.. ke Jawa Timur aja baru ke Bojonegoro, karena KKN. Hahahaha. Apalagi saat itu waduknya sepi. Entah karena weekday, atau memang waduk itu selalu sepi..

Pas awal, cuma foto-foto di pinggir waduknya, dan sempat turun tangga ke bawah untuk foto-foto yang backgroundnya tanggul waduknya itu. 
Saat itu matahari lagi terik-teriknya, panas. Tapi... tetap bagus pemandangannya. Malah enak buat foto-foto kalau cerah. 

setelah berpuluh-puluh kali percobaan lompat

sayang muka ga ada yang bagus padahal backgroundnya udah bagus.


difotoin Fitri. Dia fotografer sih jadi hasilnya bagus.
Sayangnya, ketika aku yang fotoin dia, hasilnya ga sebagus itu.
Maaf ya, Fitri. Aku gak bisa motret
Di antara kami berempat, cuma aku yang gak bisa motret 

Nunil-Dwi-Ayus-Fitri

aslinya ini sangat favorit sih.
Perjalanan pulangnya nemu kebun kacang yang sedang berbunga dan sangat bagus. Sangat segar! Akhirnya minta difotoin di sana.

ini pun setelah berkali-kali foto. Paling mending foto yang ini. 


Mereka bertiga udah pada wisuda. Semoga aku segera nyusul! Semangat!

17 Agustus, 2017

More than I expected

Sedang bersihin folder foto di hp, nemu foto-foto ini.

Beberapa bulan lalu, rencananya sih mau ke kafe langganan untuk ngerjain skripsi. Sayangnya penuh. Lalu.... entah gimana, lupa, tiba-tiba mengarah ke selatan. Bukan ke pantai Parangtritis sih. Kami ke pantai yang masuknya lewat cemara-cemara gitu. Namanya Pantai Cemara Sewu, di Bantul. Di antara Parangtritis dan Depok (?). Lumayan sepi. Mungkin karena siang hari di hari kerja, ya. 

Awalnya nggak yakin sih mau ke pantai ini. Jauh juga.. tapi ternyata bagus juga banyak pohon cemaranya dan sepi. Enak buat duduk-duduk di tempat duduk di pinggir pantai, tapi masih teduh karena duduknya di bawah pohon cemara.





pssttt.. mulai terlihat gendutan ya? XD

23 Juli, 2017

The Hamsties

Akhir-akhir ini, selain mengerjakan skripsi tentunya, saya disibukkan dengan mengurus hamster. Ini adalah peliharaan pertama saya yang (dengan agak terpaksa) diperbolehkan oleh orang tua saya. Nggak sibuk sih. Bahkan mereka bisa merefresh mood saya, seperti peliharaan pada umumnya. Mengurus hamster juga ternyata nggak sesulit yang saya bayangkan. Yaaaa asal tahu saja ukuran minimal kandang hamster, ukuran roda putar yang cocok, makanan yang boleh dan tidak boleh. Hahaha.

Hamster pun nggak segalak yang saya kira, yang katanya sering gigit. Memang awalnya sering gigit, belum kenal saya, tapi setelah kenal malah manjanya seperti peliharaannya Mas Dheo, Boston. Hihihi.

Beberapa waktu lalu, aku beliin cemilan yang buat anjing, tapi aku kasih buat hamster. Katanya sih aman-aman aja. Pas mereka cobain, ternyata mereka suka. sampai lahap gitu. Gemes banget. Apalagi pas gigit-gigit susu padat yang udah berbentuk tulang dan aman untuk binatang itu. Duuuh gemes banget.

ini Moony, lahap memakan cemilan

Ada Karli dan Bumpy, ayah dan ibu yang aku adopsi dari Jo dan Katha. Setelah dua hari diadopsi, Bumpy melahirkan 5 ekor anak. 1 anaknya mati karena lemah. 4 lainnya masih hidup, dua laki-laki, Prongs dan Piiko, dan dua perempuan, Padfoot dan Moony. 
Hamster terkecil di keluarga itu adalah Piiko. Awalnya sudah khawatir ia juga tidak bisa bertahan hidup seperti saudaranya yang mati. Untunglah dia masih bisa bertahan. Semoga mereka nyaman tinggal bersamaku. 
Sehat sehat ya, keluarga Hamsties